DWI AGUS/RADAR JOGJA
TUNG TAK TUNG JAZZ: Panitia Ngayogjazz 2014 saat jumpa pers di Momento Café Depok Sleman, kemarin (20/11).
SLEMAN – Ngayogjazz kem-bali hadir menyapa pecinta mu-sik jazz di Jogjakarta. Bertajuk Tung Tak Tung Jazz, Ngayogjazz 2014 siap digelar di Desa Wi-sata Brayut Sleman, Sabtu (22/11) besok. Ajang ini melibatkan ba-nyak musisi jazz, baik lokal, na-sional maupun internasional.
Salah satu penggagas Ngayogjazz Aji Wartono mengungkapkan, tahun ini telah memasuki tahun ke dela-pan. Dinamikan pun menemani perjalanan bermusik ini sejak di-gelar tahun 2007. Tahun ini, hadir dengan konsep yang lebih gem-bira dan menyenangkan
“Pemilihan tema ini melihat bagaimana kondisi saat ini, be-gitu panas. Memasuki tahun politik seakan semua menjadi penat. Tema ini adalah bebu-nyian yang apabila dilisankan dapat menggambarkan kegem-biraan,” kata Aji saat jumpa me-dia di Momento Café Depok Sleman (20/11).
Sesuai spiritnya, Ngayogjazz tetap hadir dalam suasan ke-guyuban. Lokasi di daerah pe-desaan pun merupakan salah satu ruh kekuatan even ini. Di mana semuanya guyub jadi satu, tanpa memandang strata penonton yang hadir. Dipilihnya kembali Brayut seakan mengenang memori ta-hun 2012. Waktu itu, Ngayogjazz dihadiri lebih dari 12 ribu penon-ton. Hal itu tentu saja menjadi sisi positif bagi warga Brayut. Baik dari segi ekonomi maupun khasanah bermusik.
Itu pula yang diungkapkan pengelola desa wisata Brayut Budi Utomo. Warga diakui oleh-nya ketagihan dengan ajang rutin tahunan itu. “Ini juga se-bagai edukasi musik bagi warga kami dalam mengenal jazz. Ta-hun ini kami kembali dan men-coba untuk menjadi tuan rumah yang baik. Dari semua even di desa, Ngayogjazz lah yang paling spektakuler dari segi penonton, panggung dan musisi,” ujarnya. Berbagai persiapan telah dila-kukan warga Brayut. Di antara-nya meningkatkan akses jalan menuju venue, disiapkan penam-pilan potensi yang dimiliki oleh Brayut, dengan melibatkan pamong desa, pemuda hingga ibu-ibu sekitar.
“Waktu 2012, kami bekerja sebanyak 90 persen dari waktu penyelenggaraan. Tahun ini disusun jadwal agar warga juga bisa menikmati. Dan warga sangat antusias,” tambahnya. Tahun ini Ngayogjazz hadir dengan lima panggung musik. Setiap panggung menampilkan musisi jazz dalam waktu yang bersamaan. Lebih istimewa lagi, Ngayogjazz kali ini meny-ediakan shuttle bus untuk men-jemput penonton. Dua titik penjemputan telah disiapkan untuk memfasili-tasi penonton yang ingin ke Brayut. Titik pertama terletak di Bundaran UGM dan kedua di Yogyatorium Dagadu Jogja. Shuttle bus ini akan berangkat sejak pukul 11.00 setiap 30 me-nit.
“Istilahnya shuttle jazz untuk memudahkan penonton. Shutt-le jazz ini akan terus beroperasi dari dua titik tersebut ke Brayut. Kembali lagi ke titik keberang-katan hingga pukul 23.00 WIB,” kata Aji. (dwi/jko/ong)