Berkas SSL Sudah Lengkap

OGJA – Kabar tidak sedap kem-bali menerpa institusi Universitas Gadjah Mada (UGM). Seorang dosen Fakultas Ekonomi UGM bergelar doktor inisial SSL diduga terlibat kasus penipuan. Korban-nya ialah Vera Damayanti. Saat ini perkara penipuan senilai miliran rupiah ini masih ditanga-ni penyidik Polda DIJ. Kepala Seksi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati DIJ Purwanta Sudarmaji SH mengatakan, lembaganya sudah meneliti berkas kasus ini dari Polda DIJ. “Jaksa peneliti menya-takan berkas sudah lengkap atau P21,” kata Purwanta kepada war-tawan kemarin (20/11).
Setelah berkas dinyatakan len-gkap, jaksa tinggal menunggu pelimpahan tahap 2 (penyerahan tersangka dan barang bukti) dari penyidik Polda DIJ. “Kapan waktunya itu tergantung penyidik Polda DIJ,” tambah Purwanta.Kabid Humas Polda DIJ AKBP Anny Pudjiastuti mengatakan, kasus penipuan dengan tersangka SSL masih ditangani Direskrim Polda DIJ. Dalam waktu dekat ber-kas perkara ini akan dilimpahkan ke Kejati DIJ. “Tersangka bersikap koorperatif sehingga tidak ditahan. Tersangka dijerat Pasal 378 dan 372 KUHP,” kata Anny.
Humas UGM Wijayanti menga-takan, lembaganya belum me-nentukan kebijakan apa punerkait kasus yang membelit oknum dosen FE UGM inisial SSL. Alasan-nya, perkara dugaan penipuan tidak ada hubungannya dengan institusi UGM tapi murni pribadi. “UGM baru akan menentukan sikap setelah ada keputusan hukum tetap. Jadi, sekarang UGM pasif saja,” terang Wiwit, sapaan akrab Wijayanti.
Vera Damayanti merasa ditipu SSL ini. Peristiwa itu terjadi pada 2013. Awalnya, pada Juni 2013 berniat menjual kondotel di Jalan Palagan, Sleman. Har-ga kondotel itu senilai Rp 4,2 miliar. Kemudian SSL mena-warkan kepada relasinya di Jakarta. Tawaran itu diterima dan calon membeli memberikan uang muka senilai Rp 500 juta yang dititipkan ke SSL. “Tetapi uang itu tidak diberikan ke-pada saya. Uang dipakai sen-diri,” kata Vera.
Tak cukup itu. Suatu hari, Vera ingin menjual sembilan berlian pribadinya senilai Rp 1,5 miliar. Selanjutnya, SSL membawa seluruh berlian tersebut. Bukannya mem-berikan uang tapi SSL malah menghilang. Pada Agustus 2014 Vera melaporkan SSL ke Polda DIJ. “Saya mengalami kerugian Rp 1,390 miliar yaitu Rp 890 juta kekurangan jual-beli berlian dan Rp 500 juta jual-beli kondotel,” jelas Vera. (mar/din/ong)