GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
DIKEBUT: Pekerja menyelesaikan pembuatan wahana permainan di arena PMPS di Alun-Alun Utara, Rabu (19/11).
JOGJA – Pelaksanaan Pasar Malam Perayaan Se-katen (PMPS) 2014 tetap akan memakai sebagian kawasan Alun-Alun Utara untuk area parkir. Te-tapi area parkir yang disediakan ini hanya untuk kendaraan roda dua.Ketua Panitia PMPS 2014 Aman Yuriadijaya men-gatakan, berdasarkan evaluasi pelaksanaan sebe-lumnya, pihaknya akan tetap menempatkan lahan parkir menyatu dengan zona PMPS. Tujuannya agar keberadaan parkir tidak menggangu arus lalu lintas. “Jangan sampai mengganggu transportasi reguler, bisa membuat tidak nyaman,” ujar Aman kemarin (20/11).
Panitia juga menganggap dengan lokasi parkir yang menyatu ini, akan membuat pengunjung le-bih nyaman. Ini juga akan memudahkan pengun-jung mendekati anjungan, untuk berinteraksi dan berjalan-jalan di lokasi. “Secara ekonomi juga lebih menguntungkan,” jelasnya.Sedangkan untuk kendaraan roda empat dan lebih memang dilarang masuk. Sebab, dikhawatir-kan akan merusak proses revitalisasi yang sedang berlangsung saat ini.
Solusinya, kendaraan-kendaraan ini akan ditem-patkan di taman parkir reguler serta parkir jalan umum yang diperbolehkan.”Konsekuensinya me-mang seperti itu, mereka akan parkir di lokasi taman parkir terdekat. Sesuai dengan tema PMPS kali ini yang tertib dan rapi,” terangnya.Untuk tarif parkir, akan diterapkan sesuai dengan aturan yang ada. Karena bukan merupakan tempat parkir umum, akan diterapkan aturan progresif.
Selama ini masalah tarif parkir PMPS selalu menjadi persoalan. Hal itu karena tukang parkir biasanya langsung mematok tarif Rp3.000- untuk motor sekali parkir. Padahal jika mengacu aturan tentang tarif progresif, untuk dua jam pertama dikenakan tarif Rp2.000 dan kelebihan satu jam selanjutnya dikenai tambahan Rp1.000. Koordi-nator Forum Komunikasi Kawasan Alun-alun Utara (FKKAU) Muhamad Fuad mengatakan, un-tuk teknis tarif Sekaten masih dalam komunikasi dengan para juru parkir maupun Pemkot Jogja.”Memang menggunakan tarif progresif, tapi un-tuk mempermudah hitungannya tarifnya disera-gamkan,” jelasnya. (pra/din/ong)