ADIDAYA PERDANA/RADAR JOGJA
DITINJAU KOMISI III:Stadion yang dibangun di perbatasan Desa Bumirejo, Mungkid dan Desa Pasuruan, Mertoyudan ternyata kondisinya memprihatinkan. Sebagian retak dan di sana-sini terjadi kerusakan
Juga Akan Datangkan Kepala DPU ESDM
MUNGKID – Pembangunan stadion di perbatasan Desa Bumirejo, Mungkid dan Desa Pasuruan, Mertoyudan kembali men-dapat sorotan. Komisi III DPRD berencana memanggil kontraktor pembangunan stadion olahraga tersebut. Pemanggilan dilakukan, karena kualitas pembangunan dinilai buruk. “Komisi III akan mengundang pihak pelaksana proyek, termasuk PU untuk didengar keterangannya,” kata Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Magelang Sukardiyono kemarin (21/11).
Menurut Sukardiyono, pemanggilan di-lakukan karena DPRD menemukan banyak temuan soal buruknya pembangunan. Di antaranya, lantai pada tribun barat banyak yang retak. Menurut Sukardiyono, pondasi tribun strukturnya harus kuat. Nantinya ada beban hidup yang lebih berat
Ia khawatir, jika pondasinya sudah retak akan mempengaruhi beban bangunan. Termasuk beban manusia saat digunakan untuk kegiatan olahraga.Buruknya pembangunan stadion dinilai karena perencanaan awal pembangunan sudah tidak baik. Kontraktor pelaksana tidak ber-kualitas. Semua itu menyebab-kan pembangunan stadion mutunya jelak. “Pembangunan stadion yang menggunakan anggaran dana pemerintah ini, kualitasnya tidak baik,” paparnya.Selain masalah struktur, buruknya pembangunan sta-dion bisa dilihat dari tembok dan lintasan lari yang retak, rumput lapangan tidak rata, serta gawang lapangan tidak siku. Juga sudut gawang melengkung tidak sesuai dengan standar FIFA.Selain rumput lapangan yang tidak rata dan keras, pinggir lintasan lari tidak ada saluran air. Drainase hanya ada pada pinggir lapangan sepak bola. Saat hujan lebat, rumput lapangan bisa tergenang air, sekalipun rumput lapangan sudah ada penyerapan.
Melihat kondisi tersebut, politisi Partai Gerindra ini pesimistis stadion yang menjadi ke banggaan warga Kabupaten Magelang bisa selesai sesuai target akhir Desember 2014. Apalagi tembok dan lintasan lari mengalami keretakan. “Kondisi buruknya pem-bangunan ini bisa diketahui setelah Komisi III sidak di lapangan,” ungkapnya.Melihat kondisi bangunan ter-sebut, pihaknya tidak yakin pelaksana pembangunan sta-dion tahap III bisa rampung dalam waktu 40 hari. Saat ini, pembangunan sudah masuk tahap III dan akhir tahun harus selesai.
“Kalau dilihat, pembangunan stadion yang menjadi ke banggaan warga Kabupaten Magelang nilainya hanya 45. Sehingga kualitasnya jauh dari harapan,” kritiknya.
Nanda, pelaksana proyek pembangunan stadion dari PT Armada Graha mengaku pembangunan stadion bisa se-lesai tepat waktu. Yakni akhir Desember 2014. Hanya, beban pekerjaan yang terberat ada pada penyelesaian gapura masuk kawasan stadion. Ia optimistis bisa menyelesaikan pem-bangunan tepat waktu.
Staf Dinas Pekerja Umum Energi Sumber Daya Mineral Ka bupaten Magelang Taufiq Agung men-jelaskan, rumput stadion agak keras. Namun kualitasnya baik, karena struktur rumput tidak lembek. Sehingga tidak mudah rusak. Terkait gawang yang tidak siku, ia segera minta pelaksana proyek mengganti tiang gawang yang tidak standar FIFA tersebut. “Yang jelas, kami sudah melakukan konsultasi dari tim ahli rumput,” katanya. (ady/hes/ong)