PURWOREJO – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Purworejo mengajukan anggaran penyel-enggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabu-paten Purworejo tahun 2015 sebesar Rp 22,7 miliar. Jika dibandingkan dengan anggaran yang diusulkan sebelumnya, anggaran itu naik sebesar Rp 3,7 miliar. Sebab usulan sebelumnya hanya Rp 19 miliar. “Usulan anggaran itu telah diajukan pada Pemkab Purworejo dan tengah dilakukan pembahasan di dewan (DPRD),” kata Ketua KPUD Purwoerjo, Dul-rokhim, kemarin (21/11).
Kenaikan anggaran tersebut dipicu Peraturan Perundang-Undangan (Perpu) No 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota. Perpu tersebut mencantumkan beberapa item tam-bahan yang menyedot anggaran cukup besar. “Salah satu anggaran terbesar, dibentuknya Se-kretariat PPS (Panitia Pemungutan Suara-red) di setiap desa/kelurahan, di mana dalam penyeleng-garaan sebelumnya tidak ada,” ungkapnya.Dijelaskan, dana yang tersedot untuk 494 desa/kelurahan mencapai Rp 1,97 miliar, yang akan be-kerja selama 8 bulan. Sekretariat PPS, nantinya akan melakukan rekapitulasi di tingkat desa, sebelum dibawa ke tingkat kecamatan.
“Proses itu dalam penyelenggaraan sebelumnya tidak ada, karena rekapipulasi hanya diadakan di tingkat tempat pemungutan suara (TPS) dan langs-ung dibawa ke kecamatan. Selain itu juga ada penyel-enggaraan uji publik bagi bakal calon bupati seba-gai syarat bagi mereka untuk mendaftarkan diri sebagai calon bupati,” jelasnya.
Dicecar pertanyaan seputar proses uji publik, Dulrkhom memastikan, proses itu tidak hanya dilakukan satu kali, bisa beberapa kali menyesu-aikan kebutuhannya. “Dalam uji publik itu, tidak untuk menentukan lolos tidaknya mereka, tapi sebagai persyaratan untuk bisa lolos ke tahapan berikutnya,” ujarnya.Terkait pencoblosan, Dulrokhim mengaku masih menunggu petunjuk dari KPU Pusat, karena renca-nanya akan digelar serentak. Selain Purworejo, ada 16 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang akan me-nyelenggarakan pilkada, sementara se Indonesia totalnya mencapai 204 daerah. “Kalau tidak ada halangan, pilkada Purworejo akan dilaksanakan September 2015, tapi untuk tanggalnya belum bisa saya pastikan,” terangnya. (tom/jko/ong)