GUNAWAN/RADAR JOGJA
MEMPRIHATINKAN: SPBU bantuan DKP Provinsi DIJ di Pelabuhan Sadeng, Pucung, Girisubo tidak bisa berfungsi secara maksimal dan hanya ditutup terpal.

Dewan Desak Segera Ada Perbaikan

GUNUNGKIDUL – Nasib stasiun pengi-sian bahan bakar umum (SPBU) di pela-buhan Sadeng, Desa Pucung, Girisubo masih terkatung-katung. Terlebih, ren-cana perbaikan di tahun 2014 terancam batal dilakukan karena terseok-seok pada permasalahan anggaran.Ketua Nelayan Pantai Sadeng Sarpan men-gatakan sekitar satu tahun SPBU tersebut tidak berfungsi sama sekali. Pada bagian mesin pompa macet. Alhasil, untuk memenuhi kebutuhan nelayan hanya disediakan jeriken dan dituang secara manual. “Sekitar satu bulan lalu mesin pompa sudah berfungsi, namun pada bagian atap rusak parah sehingga hanya ditutup dengan terpal,” kata Sarpan, kemarin (21/11).
Oleh karena itu, kepada pihak terkait Sarpan meminta agar segera direnovasi sehingga memudahkan nelayan dalam beraktivitas. Sarpan khawatir jika pada bagian atap tidak lekas diperbaiki kerusa-kan akan semakin parah, terlebih sudah masuk musim penghujan. “Memang sudah bisa difungsikan oleh pengelola SPBU tapi ya apa adanya,” terangnya.
Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul Dody Wijaya mengaku tidak ingat kapan SPBU tersebut pertama kali dibangun. Namun diperkirakan sejak tahun 2000 lalu. Pada waktu itu pihak Dinas Kelau-tan dan Perikanan (DKP) Provinsi me-ngalami kendala dalam pengoperasian-nya karena mesin sering rusak. Kemu-dian mengandeng pihak CV Kurnia Jaya untuk mem-backup. “Hingga sekarang mesin pompa SPBU masih dipinjami oleh pihak Kurnia Jaya,” kata Dody.
Menurutnya semula SPBU difungsikan untuk pengisian BBM jenis solar dan pre-mium. Namun karena pengguna jenis pre-mium sangat terbatas kemudian dihentikan dan berkonsentrasi pada pengiriman solar. “Kiriman solar setiap bulan fluktuatif tergantung aktivitas nelayan. Jika sedang musim ikan bisa dikirim 30 ribu liter, namun kalau sepi hanya 16 ribu liter,” ujarnya.
Terpisah, Kepala DKP Gunungkidul Agus Riyanto membenarkan kondisi SPBU ban-tuan DKP Provinsi rusak. Namun begitu, mantan Kepala Satpol PP tersebut menga-ku tidak bisa berkomentar lebih jauh. “Itu menjadi kewenangan DKP Provinsi DIJ. Kita hanya bisa mengusulkan supaya ada perbaikan,” terangnya.
Sementara itu, informasi yang dihimpun Radar Jogja, SPBU khusus nelayan itu saat ini kondisinya memprihatinkan. Kondisi serupa juga ditemui di wilayah Desa Kani-goro, Kecamatan Saptosari. Nelayan di wilayah tersebut tidak bisa memanfaatkan SPBU karena rusak. Alhasil, untuk memenuhi kebutuhan terpaksa membeli sendiri di SPBU yang telah ditunjuk. (gun/ila/ong)