Ilustrasi

Kenaikan Tarif 10 Persen Hanya Bersifat Sementara

MUNGKID – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organda Kabupaten Magelang ber-sama dengan Dinas Perhubungan sepakat mengeluarkan kebijakan kenaikan tarif angkutan umum sebesar 10 persen. Ini di-lakukan sebagai langkah solusi menutup biaya operasional pascakenaikan harga BBM. Meski begitu, kenaikan tarif angkutan 10 persen itu dinilai masih kurang.
“Yang penting angkutan umum jalan dulu, nanti kami harapkan ada solusi terbaik dari pemerintah pusat. Baik DPC maupun DPP Organda saat ini masih memperjuang-kan agar kenaikan tarif bisa sesuai harapan sopir dan awak angkutan,” kata Sekretaris DPC Organda Kabupaten Magelang Mustofa, kepada koran ini di kantornya, kemarin (21/11)
Kenaikan tarif angkutan se besar 10 persen dinilai masih kurang. Itu mengingat kenaikan tersebut hanya mampu mencukupi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM). Sedangkan operasional lain belum tercukupi. “Kalau dari kami, sebenarnya inginnya kenaikan sebesar 30 persen. Kalau hanya naik 10 persen hanya cukup nutup ke-naikan harga BBM. Operasional lain belum nutup,” paparnya.Dijelaskan, kebijakan yang dikeluarkan tersebut belum ber-sifat tetap dan baru diterapkan di tingkat Kabupaten Magelang. Pihaknya mengaku berupaya agar kenaikan tarif bisa sesuai yang diharapkan.
Menurutnya, kenaikan BBM biasanya diikuti kenaikan barang lain. Seperti suku cadang mau-pun harga kebutuhan pokok. Hal ini dinilai menjadi pukulan besar bagi angkutan umum. Saat ini, ada sejumlah rute yang makin sepi. Seperti Muntilan-Borobudur dan Magelang- Grabag. Disebutkan, jumlah bus yang melayani penumpang berkurang drastis, karena jumlah pe numpang yang menurun.
“Kekhawatiran kami adalah banyak angkutan yang tidak bisa membeli suku cadang baru, se-hingga pelayanan pada pe langgan juga berkurang. Dampak se-lanjutnya, penumpang bisa pindah dan tidak lagi mau menggunakan angkutan umum,” papar Mus-tofa.
Ketua DPC Organda Kabu paten Magelang Muh Irianto me-nambahkan, besaran kenaikan sekitar Rp 500-Rp 1.000 dari tarif biasanya. Kenaikan tarif sebesar 10 persen dinilai belum cukup menutup kenaikan biaya BBM, suku cadang, dan komponen lain
“Kami berharap ada kompen-sasi lain terhadap angkutan umum seperti subsidi pembelian suku cadang atau pembedaan harga BBM,” kata Irianto.Irianto mengusulkan peme rintah memberikan perlakuan khusus pada awak angkutan untuk men-dapatkan BBM dengan harga khusus. Yakni sesuai harga se-belum kenaikan Rp 6.500 per liter karena beresiko kalau hanya naikan tarif. (ady/hes/ong)