AKLI-Nordex Tawarkan Metode Berhemat

JOGJA – Ajakan penghematan listrik oleh pemerintah disambut baik oleh Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia (AKLI). Bersama dengan produsen lampu Nordex, AKLI memperkenalkan cara menghemat listrik. Bukan hanya sekadar hemat, AKLI juga mengam-panyekan pemasangan yang aman dan sesuai SNI.
Presiden AKLI Pudji Nugroho menga-takan ketersediaan daya listrik masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Menurutnya saat ini ketersediaan daya listrik hanya sebesar 500 ribu megawatt. Dengan tambahan suplai hanya 50 ribu megawatt. Jumlah tersebut tidak seimbang dengan pertumbuhan ke-butuhan daya listrik yang terus me-ningkat setiap tahunnya.
“Wajar jika masih terjadi ketimpangan dan sering terjadi pemadaman ber-gilir,” ujar Pudji disela sosialisasi dan kampanye hemat listrik kepada anggota AKLI DIJ dan kalangan perhotelan di DIJ, kemarin (21/11).
Pemerintah memang telah men-canangkan target pasokan daya listrik sebesar 35 ribu megawatt dalam lima tahun. Tapi target ini tidak menjamin bisa dirampungkan dengan segera.Dalam kondisi seperti ini, jelas dia, sangat penting kontribusi masyarakat dalam upaya penghematan daya listrik. Di antaranya dengan mengurangi pemakaian listrik yang tidak perlu, dan menggunakan lampu, instalasi serta aksesori yang SNI.
“Untuk lampu misalnya, perlu dicoba jenis-jenis lampu yang tidak membu-tuhkan daya besar namun dengan daya terang yang tetap baik,” jelasnya.
Selain penggunaan lampu yang hemat energi, AKLI juga mengajak untuk mem-perhatikan pemasangan instalasi listrik. Menurutnya penyebab kebakaran bu-kan karena hubungan arus pendek, tapi lebih dikarenakan instalasi listrik yang tidak sesuai. “Seperti kabelnya terlalu kecil tapi karena dayanya lebih besar akhirnya terbakar,” lanjutnya.
Presiden Komisaris PT Nordex Lighting Indonesia Ir Wirawan Hartanto me-nambahkan pihaknya menawarkan konsep baru dalam penghematan listrik. Pihaknya menyasar sektor yang selama ini memang dikenal menyedot daya listrik besar. Seperti perhotelan, industri dan high building atau per-kantoran bertingkat. “Kita tidak bisa bergerak sendiri harus ada peran serta pihak-pihak lainnya,” ungkapnya.
Program yang ditawarkan yaitu Nordex siap memberikan program berupa peng-gantian lampu di hotel secara gratis. Pihak hotel tidak perlu membayar biaya diawal. Tetapi pembayaran bisa dila-kukan dengan mengambil selisih biaya rekening listrik yang bisa dihemat. “Misalnya setiap tahun sebuah ho-tel membayar tagihan listrik Rp 500 juta. Setelah lampu kita ganti dan bi-aya tagihan lebih hemat atau turun, maka selisih inilah yang dibayarkan ke kami,” jelasnya. (pra/ila/ong)