RADAR JOGJA FILE
TAHAPAN: Sebelum memasuki tahapan konsultasi publik, di lokasi bakal calon bandaran sudah dilakukan pemasangan patok ordinat bandara beberapa waktu lalu.

TP2B Pastikan Proses Berjalan Lebih Baik

KULONPROGO – Tim Pendataan Pembangunan Bandara (TP2B) mengaku optimistis proses konsultasi publik akan berjalan lebih baik dibandingkan tahapan sosialiasi. Alasannya, materi dan teknis telah dipersiapkan secara matang. “Teknis dan mekanisme konsultasi publik sudah dipersiapkan secara matang, ter-masuk mencantumkan beberapa nama sekaligus dalam satu undangan,” ucap Tim Pendataan Pembangunan Bandara Pemda DIJ Ismintarti, kemarin (21/11).Ismintarti mengungkapkan berdasarkan data, sedikitnya ada 2.459 warga yang akan mendapat undangan konsultasi publik. Mereka tersebar di lima desa di Kecamatan Temon, meliputi Desa Jangkaran, Kebon-rejo, Sindutan, Palihan dan Glagah.
“Kami juga telah memperhitungkan berbagai kemungkinan teknis yang muncul saat tahap konsultasi publik,” ungkapnya.
Dijelaskan Ismintarti dalam proses konsultasi publik, ahli waris diizinkan mewakili pemilik tanah yang sudah me-ninggal. Nantinya, nama-namanya sudah didaftar serta dicantumkan dalam satu undangan. Pemilik tanah yang sudah lanjut usia juga dapat diwakilkan dengan memberi surat kuasa kepada anggota keluarganya untuk hadir mengikuti kon-sultasi publik.
“Format surat kuasa juga sudah disosia-lisasikan, jumlah peserta konsultasi publik dipastikan akan lebih banyak daripada jumlah undangan yang disebar,” jelasnya.Menurut Ismintarti pemilik tanah yang sudah tua dan ingin hadir dalam tahap konsultasi publik juga bisa didampingi anggota keluarganya. Namun kewenangan sepenuhnya tetap berada di pihak yang bersangkutan.
“Yang pasti pendamping ya hanya men-dampingi, untuk keputusan tetap di tangan si pemilik undangan,” ujar Ismintarti.
Terkait tanah yang surat kepemilikan dan status jual belinya di bawah tangan atau tidak tercatat di Badan Pertanahan Nasional (BPN) juga sudah dipikirkan. Undangan akan diberikan kepada pe-milik lahan yang lama dan baru sekaligus. “Pelaksanaan konsultasi publik akan dilakukan di balai desa setempat tanpa batas waktu. Artinya, bisa berlangsung dari pagi sampai malam, tergantung dari waktu yang dibutuhkan peserta,” ungkapnya.
Sebelumnya, Bupati Kulonprogo Has-to Wardoyo menyatakan proses sosiali-sasi akan menjadi pembelajaran dalam tahapan selanjutnya, termasuk konsul-tasi publik. “Jangan sampai terjadi gejo-lak di masyarakat,” ucapnya.Salah satu metodenya yakni dengan me-nimimalkan intervensi di masyarakat, supaya tidak menimbulkan gejolak. “Strateginya sudah disiapkan, tetapi tidak bisa kami ung-kapkan saat ini,” terangnya. (tom/ila/ong)