MAGELANG – Selama 10 tahun terakhir, kasus HIV/AIDS di Kota Magelang menunjukkan tren naik. Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkot Magelang mencatat pada periode 2004-2008 hanya ditemukan tiga kasus, namun pada tahun ini (2014), untuk HIV ditemukan 15 kasus, dan AIDS lima kasus.Staf Bidang PPPL (Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Ling-kungan) Dinkes Pemkot Magelang, Syafaat Wahyudi menuturkan, pada periode 2004-2008 hanya ditemukan tiga kasus, bahkan pada 2009 kasus AIDS turun men-jadi satu buah, tapi kasus HIV naik menjadi tiga buah
Kemudian pada tahun 2010 kasus HIV naik lagi yakni menjadi empat kasus, sedangkan AIDS nihil (nol). Tahun 2011-2012 relatif sama, yakni lima HIV dan dua AIDS. Untuk 2013 naik lagi menjadi 10 HIV dan lima AIDS. “Tahun 2014 ini meningkat tajam. Meski baru sampai bulan Novem-ber, kasus HIV ditemukan ada 15, sedangkan AIDS sudah lima kasus,” katanya.Syafaat menyampaikan data HIV/AIDS ini saat hadir sebagai pem-bicara dalam pertemuan Per-himpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Kota Magelang. Perte-muan tersebut, sebagai upaya dinkes untuk menyosialisasikan bahaya penyakit HIV/AIDS ke masyarakat di berbagai sektor, salah satunya sektor usaha per-hotelan
Dalam kesempatan ini, Syafaat mengajak para pengusaha dan pengelola hotel-restoran untuk memeriksakan para karyawannya. “Kami terbuka bagi siapapun untuk memeriksakan diri, dan gratis,” ungkpnya.Pemeriksaan bersifat sukarela dan rahasia dengan hasil hanya di ketahui dokter dan orang yang bersang-kutan. Pemeriksaan tersebut se-kaligus untuk mecegah penyebaran virus ini.
“Kalau positif terinveksi HIV/AIDS, kami akan lakukan peme-riksaan lanjutan (CD4) dan te-rapi di CST RSU Tidar Kota Ma-gelang. Semuanya juga gratis. Sejauh ini, yang mengakses CST baru ada 28 orang dari sekitar 60 penderita,” jelasnya.Ketua PHRI Kota Magelang Edi Hamdani menyambut baik adanya sosialisasi ini. Langkah ini menam-bah pengetahuan para pe ngelola hotel tentang cara penyebaran virus HIV/AIDS dan siapa saja yang berisiko tertular. (dem/jko/ong)