HERI SUSANTO/RADAR JOGJA
BAKAL JADI HOTEL: Pemilik ruko Terban menolak dipindah apabila tanpa ada lokasi pengganti.

Dinzin Proses Pendirian Hotel

JOGJA – Warga pemilik kios dan ruko di Jalan Sudirman, tepatnya di RT 29, RW 06, Terban, Gondokusuman, Kota Jogja, menolak rencana penggusuran. Mereka menegaskan tetap akan menempati tempat usaha me-reka.”Prinsip kami menolak jika dipindah. Karena kami sudah menempati ruko ini turun-te-murun,” tandas Dwi, salah seo-rang pemilik ruko saat ditemui, kemarin (21/11).
Ia menegaskan, selama setahun terakhir pihaknya mendapatkan informasi bakal digusur. Ini karena tanah di belakang ruko mereka telah dibeli pengusaha untuk dibangun hotel. “Dalam sosialisasi, kami tidak pernah diminta untuk pindah,” tam-bahnya
Dari informasi yang mereka terima, penggusuran itu masuk dalam salah satu syarat pemohon izin. Mereka mendapatkan in-formasi jika Pemkot Jogja men-syaratkan pemohon izin untuk menggusur pemilik ruko.”Ya, jelas kami menolak. Be-rapa pun kalau kami tidak menda-patkan tempat pengganti, pasti menolak,” tegasnya.Ia menambahkan, di komplek pertokoan itu ada sekitar 10 pe-milik. Dari jumlah itu, mayoritas menolak rencana penggusuran. “Pernah ditawari uang ganti rugi. Tapi, tidak ada solusi,” im-buhnya.
Di salah satu ruko yang telah dikosongkan, ada papan pen-gumuman mengenai hasil studi analisis mengenai dampak ling-kungan hidup (Amdal). Di papan itu tertulis akan dibangun hotel dengan nama The Grand Tugu.Papan pengumuman itu juga menyebutkan jika di atas tanah seluas 2.083 meter persegi ini akan dibangun toko. Artinya, bangunan toko yang ada saat ini akan dipertahankan.
Salah seorang pengurus RW setempat, Rukan, menambahkan, dalam sosialisasi terakhir, kom-pleks pertokoan memang akan dibiarkan. Hanya saja yang mem-buat dirinya heran, muncul ka-bar jika akan ada relokasi toko tersebut.
“Kalau informasinya, pemkot meminta relokasi kios-kios ini ke Pasar Terban. Tapi, sampai sekarang belum jelas di mana dan seperti apa?,” sesalnya.Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perizinan (Dinzin) Kota Jogja Heri Karyawan mengaku, pihaknya masih memproses verifikasi terhadap permohonan izin hotel itu. “Izinnya belum kami keluarkan,” katanya.
Soal persyaratan bagi pemohon izin harus merelokasi ruko, ia membantah. Heri menegaskan, itu termasuk masalah dampak sosial. “Artinya, itu menjadi ke-wajiban dari pemohon untuk memastikan tidak ada konflik sosial atau penolakan warga,” tandasnya. (eri/laz/ong)