Chang: Baru Menata Kios di Sekitarnya

JOGJA – Dampak pembangunan yang menimbulkan kon-flik sosial di masyarakat seperti di Jalan Jenderal Sudirman, seharusnya bisa diantisipasi. Yaitu dengan menyiapkan in-frastruktur terlebih dahulu. Bukan malah menghilangkan mata pencaharian warga.”Sudah banyak kebijakan pemberian izin pembangunan hotel yang akhirnya menimbulkan dampak sosial bagi ma-syarakat,” tandas anggota DPRD DIJ Chang Wendriyanto kepada Radar Jogja, pekan lalu. Mantan Ketua Komisi A DPRD Kota Jogja ini menyarankan pemkot untuk membangun Pasar Terban terlebih dahulu. Kemudian, baru menata PKL di sekitar Terban. “Ini men-gherankan. Di sana akan dibuat toko. Kok malah pemkot menyuruh pindah. Kenapa tidak menempati di toko itu?,” sentil Chang
Hal-hal seperti inilah, kata Chang, yang sebenarnya harus diselesaikan. Pemkot harus bisa memfasilitasi warganya yang sudah bekerja lebih tertata. “Pernah saya sarankan untuk membuat aturan baru. Terutama peraturan daerah agar tidak timbul masalah sosial,” katanya.Seperti diberitakan, warga pemilik kios dan ruko di Jalan Sudirman, tepatnya di RT 29, RW 06, Terban, Gondokusuman, Kota Jogja, menolak rencana penggusuran. Mereka menegaskan tetap akan menempati tempat usaha mereka. Lokasi itu sen-diri akan didirikan sebuah hotel bernama The Grand Tugu.
“Prinsip kami menolak jika dipindah. Karena kami sudah menempati ruko ini turun-temurun,” tandas Dwi, salah seo-rang pemilik ruko. Kios dan ruko itu sendiri berstatus tanah negara. Warga setiap tahun membayar pajak berupa PBB.Ia menegaskan, selama setahun terakhir pihaknya menda-patkan informasi bakal digusur. Ini karena tanah di belakang ruko mereka telah dibeli pengusaha untuk dibangun hotel. “Dalam sosialisasi, kami tidak pernah diminta untuk pindah,” tambahnya. (eri/laz/ong)