Kinerja TKL dan PercetakanMendapat Sorotan Dewan

MAGELANG – BUMD Taman Kiai Langgeng (TKL) dan Percetakan untuk bisa memperoleh suntikan dana dalam APBD 2015 mendatang bakal terancam batal.Saat ini, Komisi B DPRD Kota Magelang fokus menyoroti kinerja BUMD. Mengingat saat ini sudah banyak dana digelontorkan ke BUMD tersebut, tetapi soal kinerja dan hasil belum memadai. “Kalau memang tidak prospektif dan tidak berbasis kinerja, jangan harap kami mau menambah modal,” ancam Ketua Komisi B DPRD Kota Magelang, Waluyo, kemarin (23/11).
Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Magelang Tyas Anggraeni BP menambahkan, saat ini TKL meminta suntikan dana Rp 1,514 M. Dana tersebut rencananya digunakan untuk papan luncur, kereta mini, becak air, dan pavingisasi.Namun, berdasarkan tinjuan ke lapangan pada Kamis (20/11), banyak hal yang masih perlu dibenahi. Di antara, soal perencanaan dan manajemen. “Temuan kami, masih banyak wahana yang mangkrak. Kemudian lahan yang ada masih begitu luas, tetapi belum dimanfaatkan secara maksimal. Sejak 2011 sudah di gelontorkan modal hingga Rp 5 Miliar lebih, tetapi kok masih seperti itu ya,” keluhnya
Politisi Hanura ini memaparkan, beberapa wahana yang mangkrak. Mulai wahana Studio 3 D (dimensi) yang hingga saat ini belum bisa digunakan, Bahkan ada temuan beberapa rusak, meski belum digunakan sama sekali. Juga Taman Reptil, kolam ikan, dan lainnya. “Bahkan ada sangkar burung yang kemudian diisi dengan ayam. Ini kan kebengeten. Terus ada kolam-kolam ikan yang kosong dan tidak berair, tapi oleh direktur (Eddy Susanto) baru akan diisi ikan-ikan kecil untuk terapi ikan. Kok nampaknya baru rencana-rencana ya,” urainya.
Saat menerima anggota dewan pekan lalu, Direktur TKL Eddy Susanto seperti sengaja membawa Komisi B ke bagian yang tidak banyak wahana atau mainan. “Kami ingin lihat wahana jet coaster yang rusak, kok malah hanya diputer-puterin dengan bendi di bagian bawah. Tapi nggak papa, kami justru lihat masih banyak lahan yang belum dimafaat-kan. Mungkin salah satu masukan saya adalah TKL bisa kerja sama dengan even organizer untuk dijadikan acara wedding dengan konsep out door atau alam,” paparnya.
Sebelumnya, Ketua Komisi B DPRD Kota Magelang periode lalu, Yudhi Ismono menilai jumlah pengunjung akan terus menurun jika manajemen TKL tidak segera melakukan per-baikan kualitas wahana yang ada. Apalagi sejak ada insiden anjloknya jet coaster Maret lalu, wanaha tersebut tidak boleh lagi dioperasikan dan hanya seperti barang uzur yang dipajang.
Padahal suntikan dana pengembangan dari APBD terhadap TKL, hingga kini juga banyak yang belum terealisasi. “Orang ke Kiai Langgeng seperti ditunjukin barang-barang yang telah berumur dan tidak bisa digunakan lagi. Terus mau apa jauh-jauh dan mahal-mahal ke Kiai Langgeng,” kritik Yudhi saat itu.
Saat itu sangat disayangkan, suntikan dana Rp 2 Miliar lebih pada 2011 akhirnya tidak bisa menjadikan wahana 3D. Kemudian APBD 2012 disuntik dana lagi Rp 1 miliar untuk pembuatan water boom mini guna menyaingi water boom yang ada di Kalibening, Kabu-paten Magelang. Termasuk tambahan dana Rp 1,3 miliar pada Perubahan APBD 2013 lalu. (dem/hes/ong)