GUNTUR AGA TIRTA/RADAR JOGJA
BUS DILARANG MASUK: Rambu larangan bus masuk wilayah Alun-Alun Utara. Rambu yang sama seperti ini juga dipasang di empat titik pintu masuk kawasan Keraton Jogja.

Dishub Sudah Pasang 4 Rambu

JOGJA – Semua jenis bus, dalam waktu dekat ini mulai dilarang masuk kawasan Keraton Jogja. Untuk kepentingan ter sebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja sudah memasang rambu larangan bus masuk kawasan keraton, dan rambu pe-nanda lokasi halte shuttle wisata.Kepala Dishub Kota Jogja Wirawan Haryo Yudho mengatakan, saat ini rambu larangan untuk bus wisata ma-suk ke Njero Beteng sudah dipasang di empat titik pintu masuk keraton, yaitu di sekitar Ngabean, Taman Sari, Jalan Agus Salim, dan di Jalan Ibu Ruswo.
Semua rambu, sudah kami pasang, tapi sementara ini masih ditutupi kain, dan baru akan dibuka, saat ujicoba nanti,” kata Wirawan, kemarin.
Selain rambu larangan bus wisata, dishub juga sudah memasang rambu penanda halte. Beberapa yang sudah disiapkan, di sekitar gedung pertemuan PDHI, di dekat Jogja Galerry, Keben Keraton Jogja, dan di Taman Parkir Senopati. “Untuk titik halte lainnya masih dirembug dengan operator shuttle wisata,” ungkapnya.
Rencananya, shuttle wisata Njero Beteng baru akan diujicobakan 28 November 2014 nanti atau bersamaan dengan pem-bukaan Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) 2014. Sejak saat itu pula, bus pariwisata dilarang masuk ke kawasan keraton. Tetapi akan diarahkan ke Taman Parkir Ngabean. “Sebagai alternatif trans-portasi dari Ngaben, disediakan shuttle wisata tersebut,” tandasnya.
Kepala Seksi Rekayasa Lalulintas Dis-hub Kota Jogja Windarto menambahkan, pihaknya sudah menyiapkan rute yang akan dilewati kendaraan wisata tersebut. Selain itu juga terdapat pilihan tiket yang bisa disesuaikan dengan kebutu-han perjalanan wisatawan. “Akan ada dua jenis tiket yang di-jual, yaitu tiket terusan dan tiket yang bisa dibeli terpisah. Wisatawan bisa memilih sesuai kebutuhannya,” katanya. (pra/jko/ong)