WAHYU METASARI/RADAR JOGJA
LEGENDA: Penampilan Dadang Aruman bersama Black Mask lewat konser rock klasik bertajuk Return of The Legend di Jogjakarta Plaza Hotel Sabtu malam (21/11).

Bawakan 30 Lagu Rock Klasik lewat Return of The Legend

JOGJA- Dadang Aruman, penyanyi legen-daris beraliran rock kembali menyapa penge-marnya lewat konser rock klasik bertajuk Return of The Legend, Sabtu malam (22/11), di Jogjakarta Plaza Hotel. Dadang yang sekian lama vakum dari dunia entertain masih menunjukkan eksistensinya lewat lagu- lagu karya band- band rock klasik kenamaan
Lagu-lagu milik Deep Purple, Rush, Queen, Scorpion, Meta-lica, Whitesnake, dan Gary Moore dia bawakan dengan me-nawan.Bersama dengan group Black Mask, Dadang mempersemba-hkan konser ini secara apik. Terlebih lagi dengan dukungan tata lampu, orisinal suara dan beat seperti aslinya. Puluhan penonton dari komunitas dan fans rock klasik memenuhi ball-room JPH terpuaskan dengan penampilannya
Ada 30 lagu dibawakan Dadang, mulai dari Show Must Go On dari Queen, Wind of Change dari Scorpion, hingga Stranger dari Deep Purple. Tak hanya rock klasik dari luar, Dadang juga membawakan rock klasik dari Indonesia seperti Huma Di Atas Bukit dari God Bless dan Cinta yang Tulus dari Gito Rolis.”Kenapa saya membawakan rock Indonesia sebenarnya ini permintaan sekaligus sentilan dari teman. Waktu itu dia tanya siapa penyanyi rock Indonesia yang kamu sukai. Kalo bisa coba bawakan,” katanya.
Berkat tantangan dari teman-nya itulah Dadang yang awalnya hanya membawakan lagu- lagu rock barat,untuk pertama kalinya menyanyikan lagu rock Indone-sia. Ia pun memantapkan hati memilih God Bless dan lagunya Gito Rollies sebagai lagu pelen-gkapnya. “Kedua lagu ini memang booming di era 70an. Jadi bagi para pengemar God Bless dan Gito Rollies mari kita sama- sama bernostalgia,” katanya pas di sela-sela pertunjukan.
Menurut Dadang, meski penge-mar rock di Indonesia saat ini sedikit, semua fans musik rock begitu fanatik. Jadi sedikit saja kesalahan vokalis menyanyikan musik rock entah itu dalam hal lirik atau beat dan mereka menganggap tidak mirip aslinya, fans itu langsung tau. Mereka pun tak segan-segan mengkritik ataupun memberikan penilaian. “Makanya saya malam ini se-bisa mungkin saya harus mem-berikan penampilan terbaik buat mereka. Terlebih bagi pengemar yang telah datang jauh- jauh dari luar kota se-perti Surabaya dan Boyolali. Terima kasih atas kehadirannya,” katanya.
General Manajer Yungke Wi-bowo mengatakan, konser ini sebenarnya adalah sarana untuk melepas kangen bagi para penge-mar musik rock. Baik komunitas maupun personal. “Kebetulan saya juga pengemar musik rock dan Pak Dadang itu teman saya. Karena itu JPH mengadakan konser rock klasik kecil- kecilan ini,” jelasnya. (cr/din/ong)