RADAR JOGJA FILE
Syukri Fadholi
Syukri Fadholi Kunjungi Rumah Terdakwa Ervani
BANTUL – Ketua DPW PPP DIJ Syukri Fadholi menginstruksikan seluruh kadernya yang duduk di DPRD Kota Jogja maupun DPRD Bantul untuk mengawal jalannya proses hukum yang menjerat terdakwa Ervani Emy Handayani. Sebab, perkara pencemaran nama baik melalui media social Facebook yang menjerat Ervani merupakan buntut atas serang-kaian pelanggaran undang-undang ketenagakerjaan yang dilakukan manajemen Jolie Jogja Jewelery.
“Kasus ini ada karena adanya pelanggaran-pelanggaran ke-tenagakerjaan,” tegas Syukri usai berkunjung ke kediaman Ervani di Dusun Gedongan, Bangunjiwo, Kasihan, kemarin (23/11). Sayang-nya, pelanggaran ketenagaker-jaan yang dilakukan manajemen Jolie Jogja Jewelery ini justru tidak diusut. Aparat penegak hukum malah mengedepankan penanga-nan pencemaran nama baik yang dilakukan Ervani terhadap salah satu pimpinan Jolie Jogja Jewe-lery. “Ini ada ketidakadilan. Hukum lebih tajam ke bawah. Jadinya seperti pisau dapur,” sindir Syukri.
Syukri berharap kader-kader PPP, baik yang duduk di parlemen Kota Jogja maupun Bantul me-nindaklanjuti adanya pelangga-ran atas perundang-undangan ketenagakerjaan yang dilakukan manajemen Jolie Jogja Jewelery. “Dan hakim harus tahu persis atas persoalan ini,” ujarnya.
Tak hanya advokasi, DPW PPP juga akan mengintruksikan para kadernya untuk memberikan dukungan moral saat Ervani men-jalani proses persidangan. Di-perkirakan ada seratusan kader PPP yang akan ikut hadir pada persidangan dengan agenda pem-bacaan putusan sela yang renca-nanya digelar hari ini.
Alfa Janto, suami Ervani mem-benarkan adanya sejumlah keti-dakberesan yang dilakukan ma-najemen Jolie Jogja Jewelery. Sejak bekerja sebagai security pada 2011, Alfa Janto baru menda-patkan hak cuti pada tahun ini. “Tanggal merah tetap masuk, tapi tak dihitung sebagai lembu-ran,” ungkapnya.
Pihak manajemen, kata Alfa Janto, baru memberikan sejumlah hak-haknya setelah perkara yang menjerat isterinya mencuat ke media massa. Meski begitu, se-cara pribadi Alfa Janto tak mem-permasalahkan pelanggaran demi pelanggaran yang dilakukan bekas tempat bekerjanya itu kepada di-rinya. “Ya, tergantung pemerintah. Kalau pemerintah mau mengu-sutnya, ya silakan,” tambahnya.
Seperti diberitakan, Ervani ter-paksa duduk di kursi terdakwa PN Bantul gara-gara postingannya di Facebook 3 Juni lalu dipersoalkan salah satu pimpinan Jolie Jogja Jewelery. Kala itu, Ervani menulis,” Iya sih, pak Har baik. Yg gak baik itu yang naman Ayas dan spv lain-nya. Kami rasa dia gak pantas di-jadikan pimpinan Jolie Jogja Jewe-lery. Banyak yg lebay dan msh labil sprt anak kecil”. (zam/din/ong)