Minimnya Capaian Kejari Bantul

BANTUL – Pegiat antikorupsi Masyarakat Transparansi Bantul (MTB) mengritik minimnya capaian prestasi Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantul sepanjang 2014. Mereka menilai, minimnya capaian prestasi Korps Adhyaksa karena banyaknya perkara tindak pidana korupsi (ti-pikor) yang diselesaikan di bawah tangan. “Pernyataan ini pernah disampaikan salah satu pejabat Kejati,” ungkap Koordinator MTB Irwan Suryono, kemarin (23/11).
Kala itu, kata Irwan, Ali Muthohar yang baru menjabat sebagai Kajati DIJ pada 2010 mengakui banyak perkara tipikor yang diselesaikan di bawah tangan. Sebagai Kajati baru Ali Muthohhar bertekad ingin me-rubah fakta negatif tersebut. “Dia saat itu ingin merubah persepsi masyarakat dan ingin meyakinkan bahwa kejaksaan merupakan lem-baga hukum kredibel,” jelasnya.
Pernyataan Ali Muthohar bukan-lah isapan jempol. Setidaknya jika dikaitkan dengan capaian kinerja Kejari sepanjang tahun ini. Bagai-mana tidak, dalam kurun setahun Korps Adhyaksa hanya menangani dua perkara tipikor. Yaitu dugaan korupsi dalam program larasita di kelurahan Trimulyo, Jetis dan du-gaan korupsi dana rekontruksi dan rehabilitasi (dakons) gempa 2006 di Pedukuhan Pakis I dan Pakis II, Dlingo. Meskipun kedua kasus tersebut saat ini sudah masuk ke tahap penyidi-kan. “Dulu juga ada informasi, ada dua oknum anggota intel kejaksaan yang turun ke Seloharjo, Pundong tanpa ada surat perintah,” bebernya.
Irwan pun berharap Kajari Bantul yang baru ini dapat berbuat banyak. Tak hanya mengusut perkara-perkara di tingkat kelurahan saja. “Kajari juga harus tegas. Kalau ada anak buahnya yang main harus berani menindaknya,” pintanya.Kajari Bantul Siti Aisyah menyebut-kan, sepanjang tahun 2014 kejaksa-an hanya menangani dua perkara tipikor. Selain itu, kejaksaan juga telah menetapkan para tersangkanya. “Kerugian negara yang diselamatkan dan masuk ke kas negara Rp 1,185 miliar,” sebutnya.
Uang sebesar itu, kata Aisyah, berasal dari uang pengganti dan denda atas perkara-perkara yang ditangani pada tahun lalu. “Tapi dieksekusi tahun ini,” paparnya.Sebagai orang baru, bekas Kajari Padang Panjang, Sumatera Barat ini punya target pribadi. Tahun ini dia menargetkan dapat menangani sedikitnya tiga perkara tipikor. “Tapi nanti juga tergantung per-kembangannya seperti apa,” tam-bahnya. (zam/din/ong)