ADI DAYA /RADAR JOGJA
TEGAS: Petugas Satpol PP sedang memasang kain penutup di sebuah toko modern di Jalan Magelang-Jogjakarta. Tepatnya di kawasan Palbapang Kecamatan Mungkid. Selain itu petugas juga menggudangkan barang yang mencantumkan logo toko modern tersebut.
MUNGKID – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Magelang menutup paksa sebuah toko modern di Jalan Magelang-Jogjakarta. Tepatnya di kawasan Palbapang Kecamatan Mun-gkid.Penutupan itu dilakukan, karena toko modern dinilai tidak menggunakan izin sebagaimana mestinya. Toko tersebut sebelumnya telah menggunakan izin sebuah warung makan dan pemancing-an untuk membuka toko modern.
Penghentian operasional ini, dilakukan dengan menutup papan nama toko modern tersebut. Selain itu juga menggudangkan barang yang dijual yang mencantumkan logo toko modern tersebut. Petugas juga meminta semua pegawai toko me lepaskan semua atribut termasuk juga seragam-nya.
“Yang jelas, sebelum tindakan tegas ini kami lakukan, sudah ada peringatan sebanyak tiga kali. Hanya, tidak pernah diindahkan. Karena itu, tindakan tegas ini kami lakukan,” kata Kepala Satpol PP Kabupaten Magelang Imam Basori ke-marin (22/11).Imam yang didampingi petugasnya Su-kandar juga menjelaskan, toko itu telah menyalahi penggunaan izin. Izin awal adalah warung makan dan pemancingan.Kenyataannya malah untuk toko modern. “Kami pun terpaksa menghentikannya, setelah sebelumnya memberikan tiga kali surat peringatan,” tegas Sukandar.
Sementara itu, Petugas Keamanan Toko Modern Sukawi mengaku, pasca-penutupan toko modern, pihaknya sudah menyampaikan ke manajemen. Ia telah berkoordinasi dengan manajemen.
“Kami langsung melapor ke manajemen. Namun belum ada perintah tindaklanjut. Kami hanya diminta mengikuti putusan satpol saja, sambil menunggu kebijakan dari pusat,” katanya.
Ia mengaku, sebenarnya sudah me-lakukan beberapa tindakan sesuai perin-tah di surat peringatan (SP) yang diteri-manya. Di antaranya, menutup papan nama dan memutus aliran listrik pada lampu tersebut. Karena itu, ia me-nyayangkan tindakan yang dilakukan petugas Satpol PP. “Semua bisa melihat, aliran lisrik di papan nama toko ini, sudah kami putus. Jadi sebenarnya, kami sudah melakukan beberapa hal yang diperintahkan dalam surat peringatan. Jadi tidak perlu ada tindakan seperti ini. Toh kami sudah kooperatif,” kata. (ady/hes/ong)