GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
BISA MAIN GAME: Beginilah di dalam bus Anti Corruption Learning Center (ACLC) milik KPK yang ditempatkan selama setahun di Taman Pintar Jogja.

Dari Gratifikasi hingga Game Antikorupsi

JOGJA – Kota Jogja dipilih oleh Komisi Pemberan-tasan Korupsi (KPK) sebagai tempat penyeleng-garan pendidikan antikorupsi. Hal itu juga untuk melanjutkan program KPK sebelumnya di Kota Jogja yaitu di Kelurahan Prenggan, Kotagede, yang ditetapkan sebagai pilot project program pence-gahan korupsi berbasis keluarga. Hal itu ditandai dengan penempatan satu unit bus Anti Corruption Learning Center (ACLC) dari KPK selama setahun di Taman Pintar Jogja. Peluncuran bus ACLC dilakukan oleh Direktur Pendidikan dan Pelayanan KPK Deddie A Rachim dan Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (HS) kemarin (24/11). “Peluncuran bus ACLC ini sebagai usa-ha bersama membangun integritas bangsa. KPK ingin menjangkau lebih banyak masyarakat ke berbagai daerah di Indonesia,” ujar Deddie. Menurut dia, sebelumnya KPK sudah memiliki dua unit bus serupa, yang terus berkeliling ke berbagai wilayah di indonesia, mulai Aceh hingga Nusa Tenggara Barat (NTB)
Sedang bus ketiga yang meru-pakan hibah dari pemerintah Jerman ini akan ditempatkan sementara di Kota Jogja. Bus ACLC ini terdapat10 pe-rangkat unit komputer yang berisi pengenalan terhadap ko-rupsi, seperti mengenai gratifi-kasi dan pelaporan harta ke-kayaan penyelenggara negara. “Ada pula aplikasi game yang memuat nilai-nilai antikorupsi,” terangnya.
Selain itu, dengan keberadaan bus ACLC juga untuk menge-nalkan sembilan nilai antiko-rupsi, yaitu jujur, peduli, man-diri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani dan adil. Dengan mengajak Pem-kot Jogja, KPK berharap nantinya pelayanan publik bisa lebih baik dengan melaksanakan sembilan nilai antikorupsi itu.
Deddie menambahkan, pi-haknya menggandeng Kota Jogja sebagai daerah yang membangun budaya antiko-rupsi. Taman Pintar sendiri yang dalam setahun dikunjungi hing-ga satu juta orang tersebut, di-harapkan dapat mempermudah pengenalan budaya antikorup-si ke masyarakat. Di Taman Pin-tar juga akan dibangun zona edukasi KPK di lantai dua, yang saat ini masih dalam proses pengerjaan. Bus ACLC sendiri akan berada di Taman Pintar setiap Sabtu dan Minggu, se-mentara pada Senin-Jumat akan berkeliling ke kampus dan se-kolah-sekolah.
Selain peluncuran bus ACLC, Jogja juga dipilih menjadi lo-kasi pelaksanaan Festival Anti Korupsi yang akan dilaksanakan bersamaan Hari Anti Korupsi 9 Desember mendatang. Dalam Festival Anti Korupsi, pihaknya juga akan mengundang 98 in-stansi pemerintah, kementerian, BUMN, BUMD serta instansi pendidikan. Akan diadakan pula even kirab budaya, page-laran band serta teater budaya. “Ini merupakan bentuk pengu-atan budaya nati korupsi di Jogja,” jelasnya.
Wali Kota Haryadi Suyuti me-nyambut baik penunjukan Kota Jogja sebagai lokasi per-tama yang dikunjungi bus ACLC. Dia berharap keberadaan bus ACLC ini bisa menjadi sarana pendidikan bagi masyarakat dalam mencegah praktik ko-rupsi. “Harapan saya kebera-daan bus ACLC ini juga dapat membangun sikap masyarakat yang lebih baik, kalau dalam bahasa saya, sikap khusnudzon,” ungkapnya.
HS mengaku di Kota Jogja upaya pencegahan korupsi sudah dila-kukan dengan pembuatan kan-tin kejujuran di beberapa seko-lah. Selain itu, sejak 2013 lalu wilayah Kelurahan Prenggan, Kotagede, juga sudah menjadi pilot project pencegahan ko-rupsi berbasis keluarga. “Jang-ankan Prenggan, kalau bisa se-Kota Jogja juga bisa menerapkan,” ujarnya. (pra/laz/ong)