FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA
KENA MARAH: Sebanyak 46 siswa dan tiga guru yang terlambat datang ke sekolah langsung dicatat petugas Satpol PP
Masih Ada Siswa dan Guru Terlambat ke SekolahMAGELANG – Setidaknya ada 46 siswa dan tiga guru yang terlambat datang ke sekolah. Ini menjadi te-muan Wali Kota Sigit Widyonindito saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMK Bhakti Karya Kota Magelang, kemarin (24/11). Mereka yang terlambat, oleh pe-tugas Satpol PP dimintai data. Ke-mudian mereka harus menempati baris sendiri saat upacara bendera yang dipimpin wali kota. “Sudah saya ingatkan berkali-kali, disiplin merupakan kunci keberhasilan. Perilaku seperti ini harus dijauhi untuk melatih kedisiplinan,” kritik wali kota.
Wali kota meneruskan, faktor jarak dari tempat tinggal ke sekolah tidak bisa dijadikan alasan. Ia meminta, semua guru dan siswa datang lebih awal ke sekolah. Karenanya, mereka harus bisa menghitung waktu, agar bisa tiba ke sekolah tepat waktu
“Datang lebih awal juga lebih baik. Waktunya bisa diman-faatkan untuk belajar. Saya yakin, jika biasa menerapkan disiplin dalam segala hal, masa depan kalian akan semakin cerah,” tegasnya.Humas SMK Bhakti Karya Tri Joko menjelaskan, siswa yang terlambat lebih dari 30 menit akan diberikan sanksi mem-bayar uang sebesar Rp 5 ribu. Uang tersebut nantinya dima-sukan ke kas OSIS dan diguna-kan untuk berbagai keperluan menyangkut kepentingan ke-giatan sekolah dan siswa.
“Kami terapkan denda tersebut kepada siswa yang telat lebih dari 30 menit. Selain itu, juga ada hu-kuman tambahan. Yakni, mem-bersihkan toilet sekolah,” paparnya.Tri Joko mengatakan, sekolah ini memiliki 320 siswa, juga me-miliki empat jurusan. Yakni, administrasi perkantoran, akuntansi, pemasaran, dan tek-nik penyiaran radio. Dari ke-4 jurusan tersebut, administrasi perkantoran merupakan jurusan yang paling banyak diminati. “Ada sekitar 40 persen siswa yang memilih jurusan administrasi perkantoran. Sebelum kelulusan, kami juga bekerja sama dengan sejumlah perusahaan di Kota Magelang dan sekitarnya untuk melakukan rekruitmen pegawai,” katanya. (dem/hes/ong)