HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
ANTUSIAS: Warga Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Kulonprogo saat mengikuti proses konsultasi publik di balai desa setempat, kemarin (25/11).

Berjalan Lancar, Daftar Hadir Melebihi Undangan

KULONPROGO – Tim Persiapan Pengadaan Tanah Bandara (TP2TB) mulai melakukan proses konsultasi publik di Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, kemarin (25/11). Secara umum berjalan cukup lancar, bahkan warga terlihat antusias. Hal itu bisa dilihat dari daftar hadir yang melebihi jumlah undangan yang dibagikan.
“Ini konsultasi publik yang pertama, di Jangkaran dilakukan dua hari. Di hari pertama jumlah undangan ada 89 KK dan yang datang mencapai 150 orang. Sebagian ahli waris, jadi ada yang satu bidang tanah diwakili tiga ahli waris,” terang Pimpro Pembangunan Bandara Baru Jogjakarta dari PT Angkasa Pura 1 Eko Permadi Boedi S, kemarin.
Eko menjelaskan warga yang datang melampaui undangan menjadi indikasi respons baik dari masyarakat. Kegiatan kali ini didahului dengan audiensi, termasuk dialog dua arah. Semua usulan dan keinginan warga ditampung dalam proses konsultasi publik ini.Setelah mendengarkan sosialiasi dan terlibat audiensi langsung, warga dipersilakan mengisi formulir yang telah disediakan oleh tim. “Kami menyediakan empat formulir, yakni dua formulir berita acara kesepakatan dan dua formulir per-nyataan keberatan. Hampir seluruhnya mengisi formulir berita acara kesepakatan,” jelasnya.
Dalam audiensi tersebut, sambung Eko, kem-bali disampaikan beberapa hal yang kurang jelas dalam proses sosialiasi sebelumnya. Di antaranya maksud dan tujuan pembangunan bandara baru dan manfaatnya di Kulonprogo. Termasuk tanah yang diperlukan untuk bandara.
“Kami juga terangkan peran penilai dalam menentukan nilai ganti rugi yang didalamnya membahas tugas penilai pertanahan, kerugian fisik dan nonfisik. Juga nilai pengganti wajar (NPW) tidak lebih rendah dari nilai pasar properti, komponen dasar NPW serta pemberian ganti rugi,” sambungnya.
Sekretaris Tim Pengadaan Tanah Bandara Haryanto menambahkan terkait pemberian ganti rugi, ada tahapan dan mekanisme yang runtut. Yakni setelah konsultasi publik, baru akan akan diterbitkan IPL oleh Gubernur, proses ini akan terus melibatkan Badan Pertanahan Nasional (BPN).
“Terkait ganti rugi BPN nanti yang akan menjadwalkan, termasuk nanti ada petugas appraisal yang akan secara detil melakukan penilaian dilapangan atas lahan milik warga. Dalam sebuah bidang tanah nanti akan dihitung semua, bahkan apa usaha pemilik tanah akan dinilai, jadi tidak harus sesuai dengan NJOP,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Kepala Biro Tata Pemerintahan DIJ.
Peserta konsultasi publik Samiyati, 60, warga pedukuhan Ngelak, RT 07 RW 03, Jangkaran menuturkan ia datang sebagai ahli waris tanah milik orangtuanya almarhum Wiryo Sentono. Ibu dua anak ini mengaku mendukung rencana pembangunan bandara baru di atas lahan per-tanian miliknya seluas 2.000 meter persegi lebih.
“Kalau saya manut, prinsipnya asal ganti rugi sesuai dengan kesepakatan. Selama ini, lahan tersebut saya olah untuk pertanian. Kalau dengan keberadaan bandara itu men-jadikan warga di Jangkaran lebih maju kami mendukung saja,” ungkapnya.
Pengakuan senada juga diungkapkan Purnomo, warga pedukuhan Lawang, Jangkaran, ia mengaku setuju dengan syarat-syarat yang telah dijelaskan oleh tim. Namun ada beberapa hal yang menurut-nya perlu dipikirkan oleh tim. Salah satunya ganti rugi tanah selain hasil kesepakatan bersama juga dibayarkan sebelum proses pembangunan bandara dilakukan.
“Kami juga minta dilibatkan dalam proyek pembangunan bandara sebagai ganti profesi, kami juga meminta jangan ada pemekaran ban-dara, kalau perlu pikirkan anak-anak kami, semisal diberikan beasiswa pendidikan,” usulnya.
Seperti diketahui, jadwal konsultasi publik akan dilakukan di lima desa terdampak. Pada Senin (25/11) dan Rabu (26/11) dipusatkan di Desa Jangkaran. Kemudian tanggal 27, 28 dan 29 November di Desa Kebonrejo. Serta tanggal 1 dan 2 Desember di Sindutan, dilanjutkan di Desa Palihan dan Glagah.Kapolres Kulonprogo AKBP Yulianto mengatakan proses konsultasi publik di Desa Jangkaran berjalan cukup lancar dan aman. Pihaknya telah menyiapkan anggota dengan kekuatan cukup dan stand by di sejumlah titik yang telah ditentukan, khususnya di balai desa Jangkaran. (tom/ila/ong)