ZAKKI MUBAROK/RADAR JOGJA
JAGA KUALITAS: Seorang petani bawang merah di Srigading Sanden sedang mengawetkan bibit bawang merah untuk dipakai musim tanam mendatang.

Simpan Bibit untuk Musim Tanam Mendatang

SANDEN – Para petani bawang merah di Pedukuhan Soge, Srigading, Sanden mendapatkan hasil panen yang cukup memuaskan pada masa tanam kedua tahun ini. Selain cuaca yang mendukung, harga bawang merah di pasaran juga tinggi. “Harganya Rp 15 ribu per kilogram. BEP-nya Rp 8.000 untuk per satu kilogram,” terang seorang petani Suroto, kemarin (25/11).
Pada masa tanam kedua, biasanya para petani mulai menanam bawang merah pada Agustus. Kemudian, me-manennya Oktober. Pada musim tanam kedua tahun ini Suroto mendapatkan hasil panen yang cukup melimpah. Lahan per 100 RU mampu menghasilkan panenan bawang merah sebanyak 2,5 ton.
Perlu diketahui, 1 RU sama dengan 1 meter kali 14 meter. “Kebetulan kemarin juga tidak terlalu banyak bawang merah impor yang beredar di pasaran. Harapannya nanti ya seperti itu lagi,” ujarnya.
Rencananya, Suroto pada masa tanam pertama tahun depan juga akan menanam bawang merah lagi. Setidaknya saat ini dia sudah mempersiapkan bibit bawang merah sebanyak 1,7 ton. Bibit tersebut diperoleh dari hasil panen pada masa tanam kedua. “Sudah saya simpan di rumah, karena di pasaran harga bibit merah bisa mencapai Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu per kilogram,” jelasnya.
Petani bawang merah lainnya bernama Mujiyar mengatakan hal senada. Menurutnya, masa tanam pertama tahun depan pada Maret. “Sudah ada bibit sebanyak 8 kuintal untuk 200 RU,” tambahnya.
Agar berkualitas, Mujiyar punya kiat khusus untuk merawat bibit-bibit bawang merah. Caranya, bibit bawang merah digantung di depan rumah agar terkena angin. Sebelum digantung, bibit tersebut terlebih dahulu diolesi pengawet agar tidak membusuk. “Kalau ada yang tumbuh tunas sebelum waktunya langsung diambil dan dibuang,” paparnya.
Tumbuhnya tunas sebelum waktunya menandakan bibit tersebut tidak ber-kualitas. Karena itu tidak baik untuk ditanam lagi. (zam/din/ong)