HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
PENGHARGAAN: Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo saat menyerahkan trofi penghargaan saat Upacara Hari Guru Nasional Tahun 2014 dan Hari Ulang Tahun ke-69 PGRI di Alun-Alun Wates, kemarin (25/11).
KULONPROGO – Sebanyak 23 guru dan kepala sekolah di Kulon-progo mendapat penghargaan atas dedikasi dan prestasinya dalam dunia pendidikan. Penghargaan diserahkan langsung oleh Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo disela Upacara Hari Guru Nasional Tahun 2014 dan Hari Ulang Tahun ke-69 PGRI di Alun-Alun Wates, kemarin (25/11). “Menjadi guru bukanlah pengorba-nan, melainkan sebuah kehormatan,” ucap Bupati Hasto mengutip sambutan Mendikbud RI.
Menjadi guru, sambung Hasto, sama saja telah memilih jalan terhormat yang hadir di tengah anak-anak pemilik masa depan Indonesia. Hadir di ke-las, lapangan bahkan sebagian harus mengabdi meski dengan fasilitas seadanya. Hal ini demi mencerahkan dan mewujudkan mimpi masa depan yang lebih baik untuk anak-anak Indonesia.
“Dengan kata lain, masa depan bangsa dan negara Indonesia ini dititipkan kepada para guru. Potret Indonesia hari ini adalah potret hasil dunia pendidikan di masa lalu. Potret dunia pendidikan hari ini adalah potret Indonesia masa depan,” sambungnya.
Sekretaris PGRI Kabupaten Ku-lonprogo Timbul Widodo, SPd me-nambahkan di Kulonprogo saat ini Anggota PGRI jumlahnya ada 7.329 guru. Mulai dari guru TK, SD, SMP, SMK, termasuk yang ada dibawah naungan Kementerian Agama. Dijelaskan pada perayaan tahun ini ada beberapa guru dan kepala sekolah yang mendapatkan peng-hargaan. Hal itu berdasarkan Ke-putusan Bupati Nomor 266 Tahun 2014 ada 15 guru dan delapan ke-pala sekolah yang menerima peng-hargaan.
“Penghargaan dilakukan berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan setiap tahun oleh Dinas Pendidikan. Sebuah bentuk penghargaan atas prestasi kerja, dedikasi, kompetensi. Serta pengembangan profesi, sikap, kepri-badian dan yang jelas atas kinerjanya,” ungkapnya. (tom/ila/ong)