FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA
PERTAMA DI INDONESIA:Wali Kota Sigit Widyonindito (kiri) meresmikan kampung antinarkoba di RW IV Kelurahan Wates, Kota Magelang.
MAGELANG – Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito meresmikan Kampung Antinarkoba, kemarin (25/11). Saat me-resmikannya, dengan percaya diri, wali kota menyebut kampung model tersebut sebagai yang pertama kali di Jateng. Bahkan, di Indonesia.
Kampung antinarkoba ini berada di RW IV Kelurahan Wates, Kota Magelang. Pen-canangan kampung antinarkoba ditandai pembukaan selubung papan nama, yang disaksikan tokoh agama, tokoh masyarakat, forum pimpinan daerah, dan lainnya. “Setahu saya, ini pertama kali di Kota Magelang. Bahkan mungkin juga di Jateng dan di Indonesia,” ungkap Sigit
Terbentuknya kampung ter-sebut tidak lepas dari peran masyarakat setempat yang pe-duli dengan masa depan ge nerasi muda dan keinginan mereka menyelamatkan dari bahaya miras dan narkoba. “Ini baru embrio dan sangat luar biasa ide-ide dari masya-rakat. Kami dorong, sehingga muncul kampung serupa, se-hingga generasi muda benar-benar terselamatkan dari bahaya barang haram ini,” tegasnya.
Menurut Sigit, komitmen diperlukan dari semua elemen. Mulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat, dan kepoli-sian. Saat pencanangan, papan nama yang semula hanya ber-tuliskan kampung antinarkoba, oleh wali kota diminta ditambah dengan antiminuman keras ( miras) dan narkoba.
Ketua RW 4 Mursito Wahyu Sampurno membacakan ikrar menjadi kampung antimiras dan narkoba. Dalam ikrarnya, ber-sama pengurus lainnya, Mursito menegaskan, Lingkungan RW 4 Kelurahan Wates terhitung sejak Selasa 25 November 2015 se bagai kampung antimiras dan nar-koba.Kapolres Magelang Kota AKBP Zain Dwi Nugroho menyebut, selama 2014, polisi menangani 23 kasus penyalahgunaan narkoba. Sebanyak 17 kasus sudah dilimpahkan ke kejaksaan dan melalui proses peradilan. Sisanya, masih dalam penyelidikan dan dalam waktu dekat segera di-limpahkan.
“Rata-rata pelakunya masih usia produktif. Sebagian resi divis dan pengangguran. Kampung ini menjadi embrio meminima-lisasi kasus penyelahgunaan barang haram itu,” katanya.
Kapolres meneruskan, nar-koba merupakan barang dan bisnis yang menggiurkan. Namun bisa merusak masa depan anak bangsa. Karena itu, aparat kepolisian tidak bosan-bosan melakukan tindakan preventif, agar narkoba tidak menyebar ke mana-mana.
“Kota Magelang sebagai kota transit dan kota persinggahan. Karenanya, penyebaran narkoba lebih mudah. Beberapa kasus, narkoba didatangkan dari Jogja-karta dan Semarang. Pengawasan harus lebih diperketat,” jelas mantan Kapolres Kota Paka-longan ini. (dem/hes/ong)