BLH DIJ FOR RADAR JOGJA
GRATIS: Uji petik emisi gas buang dilaksanakan BLH DIJ tanpa memungut biaya. Masyarakat diminta berpartisipasi demi mewujudkan kualitas udara yang baik.
Kabid Pengendalian Pencemaran Lingkungan BLH DIJ Agus Setianto menjelaskan, tujuan uji petik emisi kendaraan itu guna mengetahui kondisi emisi kendaraan bermotor pribadi terkait dengan baku mutu. “Kami juga mengajak pengguna kendaraan bermotor lebih peduli dengan kualitas udara. Khususnya kualitas emisi kendaraan bermotor,” papar pejabat yang tinggal di Mlati, Sleman ini.Ajakan BLH itu juga demi merealiasasikan perilaku masyarakat lebih sadar lingkungan sekaligus mewujudkan kualitas udara yang sehat. Selama menjalankan uji petik emisi kendaraan bermotor itu BLH tidak bekerja sendiri. Namun juga menggandeng beberapa instansi.
Misalnya dinas perhubungan, kantor atau badan lingkungan kabupaten dan kota se-DIJ, Pusat Pengelolaan Ekoregion Jawa (PPEJ) Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI serta Ditlantas Polda DIJ.Lebih jauh Agus mengharapkan partisipasi masyarakat secara suka rela datang mengujikan kualitas emisi kendaraan bermotornya karena tidak dipungut biaya alias gratis.”Tidak perlu takut karena kegiatan ini tidak berkaitan dengan pemeriksaan rutin kelengkapan kendaraan bermotor dan surat berkendara yang biasa dilaksanakan oleh kepolisian,” terangnya.
Dalam kesempatan itu, Agus juga menambahkan, bagi pengendara yang hasil uji emisi kendaraannya belum memenuhi persyaratan baku mutu emisi diimbau melakukan pemeliharaan atau menyervis kendaraannya. Senada Kasubid Pengendalian Pencemaran (Dalmar) Udara Bledug Bernanti Dwisiwi menyatakan, baru-baru ini telah mengadakan pengujian udara di tiga lokasi. Yakni Jalan Pangeran Mangkubumi depan kantor Harian Kedaulatan Rakyat, halaman Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Jalan Urip Sumoharjo, dan depan Bank BRI Jalan Brigjen Katamso.
Pengujian dilaksanakan selama tiga hari, mulai 16 hingga 18 Desember 2014. “Pengujian diadakan selama 24 jam, dimulai pukul 06.00,” tutur Erna, sapaan akrabnya.Parameter yang digunakan meliputi NO2 , SO2, CO, O3, HC, dan PM 10. Laporan hasil pengujian tersebut dikeluarkan oleh Balai Hiperkes dan Keselamatan Kerja Dinas Kerja dan Transmigrasi DIJ. “Hasilnya secara umum masih di bawah baku mutu. Misalnya hasil analisis 115,80, baku mutunya 150,” terangnya.
Dari sekian parameter tersebut yang patut diperhatikan adalah CO dan HC. Sebab, kedua parameter tersebut berdampak pada pernafasan. (kus/amd/ong)