ZAKKI MUBAROK/RADAR JOGJA
RISIKO KERJA: Aktivitas kerja para karyawan di PT Dong Young Tress Indonesia. Perusahaan ini banyak mempekerjakan kalangan perempuan untuk memroduksi rambut palsu.

Peralatan di Perusahaan Belum Memadai

BANTUL – Ternyata, tidak semua pe-rusahaan di Bantul mengedepankan aspek keselamatan bagi para pekerjanya. Padahal, keselamatan pekerja telah dijamin Undang-undang. Yakni UU No 1/ 1970 tentang Keselamatan Kerja.Pengawas Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul Addienul Haq mengatakan, ham-pir seluruh perusahaan memang telah menerapkan pola keselamatan kerja bagi karyawannya. Hanya saja, jaminan tersebut tidak diiringi dengan peralatan keselamatan kerja yang memadai. “Secara kualitatif baru sekitar 20 persen hingga 30 persen,” terang Addien, kemarin (26/11).
Rendahnya kualitas jaminan keselamatan kerja di sebagian besar perusahaan ini karena mahalnya harga dan tingginya biaya perawatan peralatan keselamatan kerja. Addien menerangkan, keselamatan kerja meliputi ancaman kebakaran, kesehatan, hingga pencemaran ling-kungan. “Untuk pemadam kebakaran, misalnya, setidaknya perusahaan harus punya alat pemadam api ringan hingga hydrant. Selain peralatan perusahaan juga harus punya tenaga yang dapat mengoperasikannya,” jelasnya.
Menurut Addien, perusahaan-peru-sahaan kecil, keberatan dengan tingginya anggaran untuk pengadaan peralatan keselamatan para pekerja ini. Padahal, peralatan-peralatan tersebut dapat mengantisipasi dan menekan jatuhnya korban ketika terjadi insiden di per-usahaan.
Dari ratusan perusahaan, hanya per-usahaan skala nasional yang memiliki peralatan keselamatan kerja yang me-madai. “Kualitas keselamatan kerja di Pertamina Rewulu bagus,” ujarnya.Meski bersifat wajib, Disnakertrans tidak bisa bersikap represif terhadap perusaha-an-perusahaan yang masih membandel. Disnakertrans lebih memilih langkah persuasif dengan memberikan pembinaan. Sebab, upaya ini dinilai lebih efektif untuk meningkatkan kesadaran perusahaan akan pentingnya aspek keselamatan kerja. “Kalau penegakan hukum malah diabaikan oleh mereka,” tandasnya.
Dari pantauan Radar Jogja, PT Dong Young Tress Indonesia adalah salah satu perusahaan yang belum menge-depankan aspek keselamatan bagi para pekerjanya. Hampir seluruh pekerja pabrik pembuat rambut palsu ini tak ada yang menggunakan masker. Padahal, kualitas udara di ruang produksi sangat buruk. Ada bau yang berasal dari paparan bahan kimia mengotori oksigen yang dihirup para pekerja yang seluruhnya wanita ini
Kasi Surveilance Dinas Kesehatan (Din-kes) Bantul Widawati membenarkannya. Dia menegaskan, seluruh karyawan PT Dong Young Tress Indonesia seharusnya menggunakan masker saat bekerja. “Agar selamat dari risiko paparan bahan kimia,” tegasnya. (zam/din/ong)