GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
KURANG RAMAH: Tonggak pembatas di kawasan Nol Kilometer menjadi penghambat bagi para difabel untuk mengakses di kawasan itu.
JOGJA – Fasilitas publik di kawasan Malioboro dinilai belum ramah terhadap para penyandang difabel. Kaum difabel merasakan selama ini kesulitan jika harus menyeberang jalan karena terdapat tonggak di trotoar. Begitu pula untuk masuk, tonggak yang dimasudkan untuk menghalangi PKL tersebut juga mempersulit akses kaum difabel.Selain itu, untuk halte bus Trans Jogja yang be-rada di kawasan Malioboro jugamenjadi kesulitan bagi penyandang disabilitas, karena jalannya yang curam dan terhalang pohon. “Pemasangan guiding block juga belum optimal karena selama ini terha-lang dengan parkir atau warung PKL,” ujar Koor-dinator Forum Penguatan Hak-hak Penyandang Disabilitas (FPHPD) Arni Surwanti saat berau-diensi di DPRD Kota Jogja, kemarin (26/11).
Untuk itu, pihaknya mendesak kepada para anggota DPRD Kota Jogja untuk memasukkan agenda penyusunan perda perlindungan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas men-jadi agenda program legislasi daerah (Prolegda) 2015. “Kami merasa akan lebih optimal dengan Perda yang mengatur dan memperkuat keterli-batan serta menjamin terpenuhinya hak disabilitas,” terangnya.Menurtu dia, meski DIJ sudah memiliki Perda No 4/2012 tentang perlindungan dan pemenuhan hak disabilitas, dengan di tingkat Kota juga me-miliki Perda bisa lebih optimal dalam implemen-tasinya. Menurutnya, tidak hanya Kota Jogja saja, empat kabupaten lainnya juga didesak melakukan hal yang sama.
Sementara itu Wakil Ketua I DPRD Kota Jogja M Ali Fahmi mengatakan, sebenarnya pemasangan tonggak di kawasan Malioboro merupakan upaya untuk menghalangi PKL masuk dan berjualan di sana. Tetapi karena dirasakan mempersulit akses kaum difabel, pihaknya akan mengusulkan mem-buat model yang lain. Selain itu, pihaknya juga akan mendorong agar gedung pemerintahan, swasta, sekolah atau rumah sakit ramah untuk difabel. “Beberapa memang sudah ada fasilitas untuk difabel, tapi masih mi-nim,” ungkapnya. (pra/laz/ong)