BAHANA/RADAR JOGJA
BERBAGI INFORMASI: Sejumlah lembaga pendidikan setingkat perguruan tinggi dari dalam maupun luar negeri hadir dalam Jogja Education Expo (JEX) yang digelar di Jogja City Mall.
SLEMAN – Sebanyak 12 lem-baga pendidikan setingkat per-guruan tinggi dari dalam maupun luar negeri hadir dalam Jogja Education Expo (JEX) yang dige-lar di Jogja City Mall. Melalui kegiatan tersebut masyarakat yang hadir dapat mengetahui kualitas dan program yang dimiliki oleh setiap peserta pameran.Ketua Pelaksana dari Event Ora-ganizer (EO) Platinum Dhany Martinus mengatakan kegiatan tersebut sebagai wadah bagi lem-baga pendidikan dalam pengenalan program yang ada di universitas sampai dengan tingkat fakultas. Dari 12 lembaga pendidikan yang hadir, ada dua perwakilan berasal dari Malaysia dan Inggris.
Menurut Dhany sasaran kegia-tan ini adalah siswa SMA/SMK yang nantinya akan melanjutkan program studi ke perguruan ting-gi. Selain mengenalkan perguruan tinggi Jogja, juga menginformasi-kan perguruan tinggi nasional dari luar DIJ dan mancanegara. “Tujuannya agar masyarakat mengerti program pendidikan dari masing-masing perguruan tinggi,” kata Dhany ditemui disela-sela acara, Rabu (26/11)
Dhany menjelaskan konsep yang diterapkan pada pameran kali sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara yakni Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa Tut Wuri Handayani. Selain digelar pameran, berbagai kegiatan se-minar dan workshop digelar ber-kaitan dengan pendidikan.
Dhany mengaku konsep pendi-dikan yang diselenggarakan kali ini memang belum lengkap ka-rena tidak semua lembaga pen-didikan terlibat dalam kegiatan ini. Sebab rencana awal, konsep pameran yang diselenggarakan adalah menggabungkan semua lembaga pendidikan tinggi yang ada di Indonesia mulai dari play-group hingga perguruan tinggi. “Pada tahun mendatang kami akan membuat yang lebih seg-mented lagi,” jelasnya.
Sementara itu, Yahurin Mohd Yassin selaku Penasihat Kedu-taan Promosi Pendidikan dari Kedutaan Malaysia menyambut positif penyelenggaraan JEX kali ini. Sebab kedutaan Malaysia sendiri baru pertama kali turut serta dalam kegiatan pameran yang digelar di Jogjakarta.
“Dengan kesempatan ini kami ingin memberi informasi dan lebih melihat serta berbagi pe ngalaman. Termasuk melihat kompetensi pendidikan yang ada di masing-masing negara,” terangnya.
Dalam JEX tersebut, Kedutaan Malaysia mengirimkan 12 pergu-ruan tinggi dimana sembilan per-guruan tinggi berasal dari negeri dan tiga swasta. Menurutnya animo masyarakat Indonesia untuk belajar di Malaysia cukup besar. Diperki-rakan ada sekitar 15.000 orang Indonesia yang belajar di Malaysia, sebanyak 12 ribunya kuliah di per-guruan tinggi. “Mayoritas mereka tertarik untuk mempelajari ilmu manajemen,” terangnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendi-dikan Pemuda dan Olahraga DIJ Baskara Aji menyampaikan pen-didikan merupakan faktor penting kehidupan seseorang. Di zaman modern saat ini, mencari ilmu menjadi suatu kewajiban agar tidak tertinggal dari negara lain.
“Memang pendidikan menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi masyarakat juga harus ikut serta berpatisipasi. Melalui pa-meran, informasi mengenai kualitas pendidikan bisa tersam-paikan,” jelasnya. (bhn/ila/ty)