GUNAWAN/RADAR JOGJA
KOMPENSASI: Salah seorang warga menunjukkan uang dari program PSKS yang diterimanya. Di Kantor Pos Cabang Wonosari penerima dana PSKS sekitar 80.121 Rumah Tangga Sasaran (RTS).
WONOSARI –Pemkab Gunungkidul ber-upayaall outagar bantuan Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) tidak memicu masalah baru. Sebab, belakangan ini muncul keluhan dari masyarakat bahwa bantuan untuk warga miskin itu tidak tepat sasaran.Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi tidak menampik adanya informasi pemberian bantuan PSKS tidak tepat sasaran. Hal tersebut berlangsung di Kecamatan Saptosari. Seorang penerima ternyata memiliki mobil dan kendaraan lain. “Ini artinya ada inakurasi data, sehingga perlu diperbaiki,” kata Immawan Wahyudi, kemarin (26/11).
Immawan menduga kesalahan terjadi lantaran data yang digunakan untuk pem-berian program menggunakan data lama. Sehingga diperlukanupdatedata supaya lebih baik. “Untuk itu, kami akan menyiapkan data pembanding untuk menanggulangi kesalahan penerimaan bantuan PSKS dari pusat. Sebab, disinyalir bantuan banyak tidak tepat sasaran,” ujarnya.
Terkait dengan data pembanding, pemkab akan berkoordinasi dengan kepala desa mau-pun dukuh kemudian hasilnya dikirimkan ke pusat. Dia mengakui, memang tidak ada data yang sempurna. “Namun begitu, jangan sampai salah terus-terusan,” terangnya.
Immawan menuturkan kedepannya akan menargetkanseluruh desa menggunakan Sistem Informasi Desa (SID). Dengan demikian, angka kemiskinan dapat diperoleh lebih aku-rat. Menurut Immawan dari total 144 desa, 54 di antaranya sudah memiliki SID.
Sebelumnya, Kepala Kantor Pos Cabang Wonosari M. Mufti Ismail menerangkan PSKS di wilayahnya untuk sekitar 80.121 Rumah Tangga Sasaran (RTS). Masing-masing mendapat jatah Rp 400 ribu untuk jangka waktu dua bulan.Program PSKS itu nanti akan diubah menjadi program Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). “Namun untuk dua program lain yakni, KIS dan KIP belum bisa dilaksanakan sekarang,” ujarnya.Hanya saja dia sedikit menjelaskan untuk program KIP langsung ke sekolah sementara KIS melalui dinas terkait. Untuk program KIS diberikan per kepala yang dibagikan kepada setiap anggota keluarga. “Kami masih menunggu petunjuk teknis seperti apa nanti,” kata Mufti.
Sementara itu,Kabid Perencanaan Disdikpora Gunungkidul Sulistiyono juga mengaku belum mengetahui jumlah maupun sasaran penerima program KIP. Hingga kini dinas masih menunggu apakah nantinya dilibat-kan dalam program KIP atau tidak. Pihaknya juga belum tahu langkah apa yang akan diambil. “Yang pasti hingga sekarang program Bantuan Siswa Miskin (BSM) masih berjalan. Jumlah penerima sendiri mencapai 1.119 siswa,” bebernya.(gun/ila/ong)