GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
IDOLA ANAK: Usai diberi permen, bocah ini kemudian menyalami Power Rangers di Titik Nol Kilometer, Jogja, kemarin
JOGJA – Dewan Mahasiswa Jus-ticia Fakultas Hukum UGM mela-kukan aksi memperingati Hari Anak Internasional di Titik Nol Kilome-ter, Jogja, kemarin
Dalam momentum ini, mereka menekankan pentingnya mem-berikan edukasi kepada anak.Koordinator aksi Bimantara mengatakan, aksi untuk mem-berikan edukasi kepada masya-rakat bahwa anak merupakan aset masa depan. Mereka harus memiliki porsi lebih dan menda-pat perhatian semua pihak untuk memastikan terlindungi dalam proses tumbuh kembangnya.
“Kami juga prihatin dengan banyaknya kasus kekerasan ter-hadap anak. Melalui aksi ini, kami juga mengampanyekan stop kekerasan terhadap anak,” kata Bimantara.Dalam aksi itu, massa aksi juga menyematkan sebuah ka-limat dalam permen yang diba-gikan kepada anak-anak dan masyarakat lainnya. Dalam per-men itu bertuliskan “Selamat Hari Anak Internasional, semo-ga Indonesia selalu memiliki anak cerdas yang cinta pada tanah airnya”.
Dalam aksi ini, ada yang me-ngenakan kostum Power Ra ngers, baik warna biru maupun pink. Cu kup menarik perhatian anak-anak dan masyarakat yang melintas di pusat Kota Jogja itu.
Menurut Bimantara, ketika dihadirkan tokoh baik, maka se cara tidak sadar anak-anak akan tersugesti melakukan hal yang baik pula sesuai dengan to koh yang diidolakannya. “Anak-anak sekarang sebagian besar tidak mempunyai tokoh idola yang menggambarkan dan men-contohkan kebaikan,” ujarnya
Momentum Hari Anak Inter-nasional ini tak hanya diman-faatkan di Titik Nol Kilometer Jogja saja. Mereka sebelumnya juga melakukan kunjungan un-tuk memberikan edukasi ke-pada tahanan anak di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sleman serta beberapa panti sosial.
Di Lapas Sleman sendiri me-reka memberikan motivasi kepa-da warga binaan. Bahwa setelah melakukan perbuatan yang melang gar hukum, diharapkan nan ti tidak mengulangi perbua-tan itu. Motivasi ini sangat diper-lukan bagi mereka yang menja-lani masa hukuman di dalam Lapas.
“Di rumah sosial kami menga-jar anak-anak yang tinggal di sa na dengan beberapa pelajaran yang biasa mereka dapatkan di se kolah,” kata tambah Biman-tara. (fid/laz/ong)