ADIDAYA PERDANA/RADAR JOGJA
SUDAH DATANG: Warga di Kabupaten Magelang datang ke kantor pos terdekat untuk mendapatkan dana PSKS dari pemerintah.
MUNGKID – Warga Magelang mulai mendapatkan dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS). Bantuan yang dibagikan sebagai kompensasi dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tersebut mulai disalurkan lewat kantor pos di berbagai kecamatan. Meski bersifat simpanan, ada warga yang mengambil semua bantuan untuk ke butuhan sehari-hari.
Kasdi, penerima PSKS mengungkapkan, uang yang diperolehnya sebesar Rp 400 ribu. Nantinya, uang tersebut akan gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Meski bersifat simpanan, ia tetap me ngambil seluruh uang, karena desakan kebutuhan hidup
“Saya akan membeli kebutuhan sehari-hari dengan uang ini. Tidak ada yang saya simpan, wong saya juga kekurangan,” keluh Kasdi, kemarin (26/11).Warga Dusun Gesaran, Ngadirojo, Secang ini mengaku, sehari-hari sebagai buruh tani. Ia tidak bisa menggantungkan pekerjaan lainnya untuk me-menuhi kebutuhan hidup. Upah-nya yang kurang dari Rp 500 ribu per bulan membuatnya memanfaatkan kartu dan program sosial pemerintah.
Di Kabupaten Magelang, ada 90.150 kepala keluarga (KK) yang mendapatkan dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS). Penyaluran bantuan sudah dimulai sejak kemarin (26/11). Para penerima akan mendapatkan dana Rp 200 ribu per bulan dari pemerintah. Namun, untuk pencairan, mereka mendapatkan dana selama dua bulan atau Rp 400 ribu.
Kepala Urusan Pembangunan Desa Ngadirojo, Kecamatan Secang Tutus Muryanto me-nyatakan, bantuan PSKS memang baik dan bermanfaat bagi war-ganya. Hanya, bantuan semacam ini dan bantuan lain dari pe-merintah beberapa waktu lalu, seperti Bantuan Langsung Se-mentara Masyaraka (BLSM) atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) kerap menuai cibiran dari segelintir warganya.
Ia berharap data dari petugas Pendataan Program Per lindungan Sosial (PPLS) 2011 bisa diper-baiki lagi. Karena, ada perubahan dari segi ekonomi di masyarakat.
Meski begitu, ia menilai ke-senjangan masih dalam taraf wajar dan belum berdampak secara signifikan.
“Kalau ada data yang baru bisa diperbaiki, sehingga sasaran program pemerintah bisa tepat,” harapnya.
Kepala Bidang (Kabid) Po-tensi dan Pelayanan Sosial, Dinas Tenaga Kerja, Sosial, dan Transmigrasi (Disnakersostrans) Kabupaten Magelang Dian Hermawan menjelaskan, hari pertama penyaluran berjalan lancar. Diakui Dian, ada antrean panjang di beberapa kantor pos. (ady/hes/ong)