SK Turun, Segera Susun Memori Banding

SLEMAN – Pascamerebaknya skandal sepak bola gajah antara PSS Sleman v PSIS Semarang akhir Oktober lalu, muncul wa-cana untuk mencabut hak penge-lolaan PSS dari PT Putra Sleman Sembada (PT PSS). Alasannya, tra gedi memalukan yang ter-jadi sebulan lalu dianggap ulah dari dewan direksi badan hukum yang terbentuk akhir 2011 silam tersebut.Namun, wacana ini sepertinya memang menjadi opsi terakhir yang bakal dipilih para stakehol-der Super Elang Jawa (Super Elja)
Sebab, masih ada cara lain untuk membenahi PSS selain membubarkan PT yang sudah tiga musim mengampu klub kebanggaan masyarakat Sle-man ini.Menurut sesepuh sepak bola Sleman, Sukidi Cakrasuwignya, PT PSS sudah telanjur berdiri tegak. Jadi lebih baik memper-tahankan yang sudah ada dari-pada membentuk PT baru. Ter-lebih lagi, membuat badan hukum baru tentunya membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
“Meskipun belum mendapat-kan legalitas 100 persen dari Kemenkumham, alangkah lebih baik jika kami mempertahankan yang sudah berdiri. Tidak perlu lah membentuk PT baru,” jelas manajer PSS di era 1990-an ini.Kompetisi Divisi Utama 2015 kemungkinan bergulir pada bu-lan Februari atau Maret. Ini tentu membuat waktu para stakeholder membentuk PT baru terlalu sempit. “Kompetisi mu-sim depan pasti akan dihelat awal tahun. Sekarang sudah November, waktu membuat PT baru tentunya sempat,” paparnya.
Karena itulah, komunikasi an-tara para stakeholder dan PT PSS terus diintensifkan. Ini untuk menyatukan visi antara stakeh-plder dan PT PSS soal pengelo-laan Laskar Sembada ke depan-nya. Jika pemikiran PT PSS ternyata tak sejalan dengan sta-keholder bukan tidak mungkin opsi membentuk badan hukum baru kembali muncul.
“Tentunya pengelola dan stake-holder harus punya visi yang sama soal PSS. Karena itulah komuni-kasi intensif sedang kami lakukan. Jika ternyata tidak bisa sejalan, bisa jadi PT PSS diganti PT yang baru,” tambahnya.Sedangkan soal pembentukan tim musim depan, Mbah Kidi menyatakan PSS tetap sudah memiliki fondasi sekalipun nanti-nya banding hukuman para pemain Super Elja ditolak Ko-misi Banding (Komding) PSSI. Sebab, PSS masih memiliki dua pemain yang bebas dari sanksi. Kedua pemain tersebut berpo-sisi penjaga gawang yakni Ali Barkah dan Herman Batak. PT PSS dipastikan dapat menyiap-kan memori banding dalam waktu dekat.
Dihubungi kemarin, Direktur PT PSS Supardjiono mengatakan, pihaknya sudah menerima Su-rat Keputusan (SK) dari Komdis soal sanksi terhadap orang-orang yang dinyatakan terlibat skandal sepak bola gajah. “Dengan be-gitu kami akan menyiapkan segala sesuatunya. Mulai dari memori banding sampai tim penasihat hukum yang bakal membela kami,” jelasnya.
Sayangnya sampai kemarin, Pardji belum mau terbuka soal siapa pengacara yang akan di-pakai untuk membela PSS. “Soal siapa pengacaranya, itu kami bahas nanti dulu saja,” ujarnya. (nes/din/ong)