GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
SHUTTLE WISATA: Si Thole yang diluncurkan kemarin siap mengangkut wisatawan dari Taman Parkir Ngabean ke berbagai tempat wisata di seputar Keraton Jogja.
JOGJA – Bersamaan pembukaan Pa-sar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) 2014, diluncurkan pula Shuttle Wi-sata Jeron Beteng “Si Thole”, kemarin (28/11). Kendaraan wisata tersebut digunakan untuk mengangkut wisa-tawan dari Taman Parkir Ngabean ke berbagai tempat wisata di seputar Keraton Jogja. Untuk tahap awal, ha-nya disiapkan lima armada, namun tahun depan akan ditambah antara 10 hingga 20 kendaraan lagi.
Asisten Sekretaris Kota Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Jogja Aman Yuriadijaya mengatakan, pengoperasian Si Thole kemarin sifatnya masih seba-gai pengenalan pada publik. Sela-njutnya sebulan penuh (Desember) sebagai masa uji coba. Dan baru resmi dioperasikan Januari 2015. “Kami masih terus melakukan per-baikan, agar tidak mengecewakan wisatawan,” katanya.
Menurut Aman, dalam seminggu kedepan masih akan dilakukan pra uji coba, sekaligus untuk melakukan evaluasi internal operator shuttle wi-sata. Untuk tindak lanjut pengopera-sian Si Thole ini akan dikelola Kope-rasi Forum Komunikasi Kawasan Alun-Alun Utara (FKKAU). “Selama Desember 2014 juga masih dalam masa uji coba, sekaligus untuk me-nyerap aspirasi dari para wisatawan, sebelum nantinya resmi dioperasikan pada awal Januari 2015,” tandasnya.
Aman menambahkan, dengan dio-perasikannya shuttle wisata Jeron Beteng, mampu menyerap tenaga kerja. Sebagian besar pengemudi atau pemandu wisata shuttle wisata, se-belumnya merupakan pekerja infor-mal, seperti tukang parkir di kawasan Alun-alun Utara. “Dengan melibatkan mereka, sekaligus sebagai upaya un-tuk perubahan status mereka dari pekerja sektor informal ke formal,” ungkapnya.
Ketua FKKAU Muhamad Fuad men-gatakan, shuttle wisata yang diberi nama ‘Si Thole’ ini akan melayani penumpang dari pukul 08.00 hingga 22.00 WIB. Untuk tahap awal ini, pi-haknya baru menyediakan lima ar-mada. “Dalam waktu dekat akan di-tambah 10 hingga 20 armada lagi, termasuk untuk yang tipe terbuka,” katanya.
Menurut Fuad, hal itu juga untuk menjawab keresahan beberapa pela-ku wisata, seperti Asita dan HPI. Fuad menjelaskan, Si Thole ini hanya butuh waktu sekitar 10 menit untuk bolak-balik Ngabean dan Keraton. Dengan lima armada saat ini, di ma-na kapasitas tiap kendaraan tujuh orang, maka dalam satu jam diyakini bisa mengangkut hingga 200 wisata-wan. “Ini juga sudah sesuai dengan target Asita 100-200 wisatawan per hari,” jelasnya. (pra/jko/ong)