Antisipasi LonjakanJelang Natal dan Tahun Baru

KULONPROGO – Pertamina be-rencana menambah alokasi elpiji ukuran tiga kilogram atau gas melon sebesar 225 persen dari alokasi harian di bulan Desember nanti. Langkah itu diambil untuk menganti-sipasi lonjakan harga jelang pe-rayaan Natal dan Tahun Baru 2015. Terlebih, harga gas tiga kilogram kini sudah menyentuh Rp 20 ribu per tabung di tingkat pengecer.
Kepala Dinas Perindustrian, Per-dagangan dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag dan ESDM) Niken Probo Laras menuturkan berdasarkan pantauan di lapangan, harga elpiji tiga kilogram di tingkat pengecer sudah berkisar antara Rp 18 ribu hingga Rp 20 ribu.
“Harga Rp 20 ribu terdapat di daerah pegunungan seperti Sami-galuh, Kalibawang, Girimulyo, dan Kokap,” terangnya, kemarin (28/11).
Menurut Niken kenaikan harga gas sebetulnya terjadi secara na-sional, jadi tidak hanya di Kulon-progo saja. Bahkan berdasarkan informasi yang dimilkinya, kisaran harga elpiji di Kulonprogo terbilang tidak terlalu tinggi jika dibanding-kan harga di luar daerah yang mencapai Rp 25 ribu hingga Rp 28 ribu per tabung gas.
“Kami sudah melakukan cek lapangan, rencananya dalam waktu dekat juga akan memanggil tiga agen yang ada di Kulonprogo. Pertamina juga akan saya ajak berkoordinasi untuk mengen-dalikan harga. Sebetulnya kalau di agen dan pangkalan harganya sudah sesuai ketentuan,” ujarnya.
Niken juga meyakinkan jika tidak terjadi kelangkaan gas selama ini. Ia menilai kenaikan harga gas itu dipicu kenaikan harga BBM. Kenaikan harga bahan bakar inilah yang kemudian menadi dalih bagi para pengecer menaikkan harga dengan alasan tambahan biaya transportasi dari agen atau pengepul.
“Momen kenaikan harga BBM ini memang sangat sensitif dan sering dimanfaatkan orang yang ingin mengambil keuntungan. Namun alokasi yang ada saat ini masih sangat mencukupi,” terangnya.
Niken menjelaskan sisa kuota untuk DIJ saja hingga Desember masih 16 persen, untuk Kulonprogo sendiri masih 406.814 tabung jadi masih mencukupi. “Tidak perlu khawatir, masih cukup,” tandasnya.Sementara itu, Perwakilan Agen Gas PT Kerja Patra Mandiri Setiawan menyatakan selama ini para agen telah menyalurkan elpiji tiga kilogram sesuai dengan aturan yang berlaku. Terlebih pengiriman ke pangkalan dipantau ketat Pertamina, bahkan dihitung hingga jumlah tabungnya.
“Pengiriman sudah terjadwal, jumlah tabung dicatat dan dila-porkan secara rutin dalam rencana pengiriman, di setiap pangkalan juga ada catatannya. Kalau melanggar, kami terima sanksi dari Pertamina,” ucap Setiawan.
Perwakilan Agen dari PT Putra Pertama Jaya Fauzul menambahkan khusus bulan Desember akan ada penambahan alokasi sebesar 225 persen dari alokasi harian masing-masing agen. Penambahan itu kemungkinan untuk mengantisi-pasi peningkatan permintaan kon-sumen saat Natal dan tahun baru. “Musim hujan juga memicu lonjakan permintaan gas. Secara keseluruhan, alokasi harian di Kulonprogo sebanyak 7.918 ta-bung per hari yang didistribusi-kan oleh tiga agen,” ungkapnya. (tom/ila/ong)