GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
SEKATENAN: Wagub Paku Alam IX dan Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti saat membuka PMPS 2014, kemarin (28/11). Foto kanan, penari dari SMK Negeri 1 Kasihan Bantul menampilkan tari Gugus Grebeg Maulud
JOGJA – Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) 2014 atau bertepatan dengan Tahun 1948 ehe, resmi dibuka kemarin (28/11) oleh Wakil Gubernur DIJ Paku Alam IX yang mewakili Gubernur Hamengku Buwono X. PA IX berharap penyelenggaraan Sekaten kali ini tidak hanya mengejar gebyar saja.
“Sekaten diharapkan menjadi wahana dialog budaya secara luas, yang membuat kreativitas masyarakat bukan hanya gebyar saja tapi juga harus memiliki kedalaman makna spiritual, kulkutral dan dampak eko-nomi kerakyatan yang luas,” ujar PA IX. Menurutnya, Sekaten merupakan bentuk relasi positif agama dan kebudayaan dengan akar penyelenggara berupatiga dimensi yakni kultural, religius dan ekonomi
Di tengah globalisasi, jelas PA IX, Sekaten juga terbukti mam-pu bertahan dan menjadi ba-gian dari keistimewaan DIJ. Untuk itu dirinya juga meminta supaya Sekaten kali ini bisa mewujudkan harmoni ekonomi, budaya dan religi. “Sekaten se-bagai wujud budaya Jawa yang religius dan memiliki warna yang khas, ciri religius ini harus tetap dilestarikan,” terangnya.
Sementara itu Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (HS) mengaku akan terus melakukan perbaikan pelaksanaan Sekaten. Terlebih, lanjut dia, selama ini sisi eko-nomi yang lebih menonjol. “Sei-ring berjalannya waktu, tentu kami juga terus melakukan per-baikan dalam penyelenggaraan Sekaten, apalagi tahun ini ber-tepatan dengan revitalisasi Alun-Alun Utara Jogja,” jelasnya.
Terkait proses pengerjaan re-vitalisasi Alun-Alun Utara, juga membuat pemandangan ber-beda saat Sekaten tahun ini. Salah satu yang paling terlihat dengan tumpukan material serta beberapa tempat, terutama di trotoar yang mengelilingi ling-kar luar Alun-alun Utara yang belum selesai pengerjaannya. Di seberang Alun-Alun Utara, juga masih dikerjakan lokasi UMKM di Kandang Macan hingga Jalan Pekapalan.
Ketua Panitia PMPS 2014 Aman Yuriadijaya mengatakan, proses revitalisasi yang tengah berjalan itu akan memberi kesan berbeda pada Sekaten kali ini. Dirinya mengajak masyarakat untuk mengikuti proses revitalisasi Alun-alun Utara Jogja tersebut.
“Kita ajak masyarakat ikut me-nikmati proses yang sedang ber-jalan ini, sehingga mereka nanti-nya juga tidak kaget kalau Alun-Alun Utara tampak berbeda,” jelasnya.
Meskipun begitu, dirinya me-mastikan pelaksanaan Sekaten kali tidak akan mengganggu pengerjaan revitalisasi Alun-Alun Utara. Untuk kawasan dalam Alun-Alun Utara, jelas Aman, proses pengerjaan saluran drai-nase sudah selesai. Selain itu juga sudah dilapisi dengan pasir malelo. “Untuk tahun ini keindahan memang bukan yang utama, tapi kami tekankan ketertiban dan kera-pihan,” ujarnya. (pra/laz/ong)