RADAR JOGJA FILE
REPRESENTATIF: Stadion Sultan Agung (SSA) akan menjadi saksi pertarungan bergengsi dari klub-klub Liga Nusantara. Babak delapan besar akan dihelat Desember mendatang.
BANTUL-DIJ kembali ditunjuk men-jadi tuan rumah untuk menggelar se-buah ajang bergengsi. Setelah dipercaya menjadi tuan rumah babak 12 besar dan enam besar DIvisi I, Desember menda-tang giliran delapan besar Liga Nusan-tara 2014 yang mentas di Jogjakarta.Asprov PSSI DIJ selaku pihak yang dip-ercaya menyelenggarakan ajang bergeng-si ini menunjuk markas Persiba Bantul, Stadion Sultan Agung (SSA) sebagai tem-pat digelarnya delapan besar Liga Nusan-tara. Pertimbangannya, stadion ini memang paling memungkin untuk menggelar laga.
Sekretaris Umum (Sekum) Asprov PSSI DIJ Dwi Irianto mengatakan, secara lisan PSSI sudah menunjuk DIJ sebagai tuan rumah delapan besar Liga Nusan-tara. Kini pihaknya tinggal menunggu surat resminya saja. “Kami sudah dit-unjuk scara lisan. Mungkin dalam waktu dekat ini suratnya sudah kami terima,” jelasnya.
Adapun soal alasan menunjuk SSA seba-gai venue, Direktur Kompetisi dan Pertan-dingan Asprov PSSI DIJ Edyanto mengatakan, sejatinya Mandala Krida dan Maguwoharjo International Stadium (MIS() cukup layak jadi tempat gelaran delapan besar Liga Nusantara. Namun untuk Mandala, markas PSIM Jogja ini masih direnovasi.
Adapun untuk MIS, iklim sepak bola Sleman yang masih panas pasca tragedy sepak bola gajah membuat Asprov PSSI DIJ tidak mempertimbangkan stadion termegah di DIJ ini sebagai tuan rumah. “Untuk Jogja jelas masih direhab. Sedang-kan Sleman masih sangat sensitif usai tragedi sepak bola gajah,” ungkapnya
Dari delapan tim yang ikut babak Dela-pan Besar, ada empat klub yang berstatus “lungsuran” kompetisi Divisi I. Mereka adalah Persibas Banyumas, Perserang Serang, Persatu Tuban dan PS Badung. Mereka akan memperebutkan enam tiket promosi ke Divisi Utama dengan PS Batam, Persigar Garut, Perssu Sumenep dan Laga FV Surabaya. (nes/din/ong)