HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
MEDAN BERAT: Salah satu titik longsor yang menutup ruas jalan menuju Desa Giyombong, Kecamatan Bruno, Purworejo, kemarin (28/11).

277 KK Terisolir, Cadangan Makanan Tinggal Seminggu

PURWOREJO – Bencana tanah longsor kembali menimpa warga Desa Giyombong, Kecamatan Bruno, Purworejo. Longsor kali ini menerjang akses jalan yang meng-akibatkan penduduk Desa Giyombong terisolir. Kebutuhan harian warga tidak bisa dipasok, bahkan stok pangan yang dibutuhkan 277 KK diperkirakan hanya cukup untuk sepekan mendatang.
Sedikitnya terdapat sepuluh titik longsor di sepanjang hutan bukit Sigendol Desa Giyombong. “Kami sudah melakukan kerja bakti sejak Rabu (26/11) lalu, namun baru bisa membuka akses enam titik jalan yang tertimbun. Masih ada enam titik lagi yang belum bisa terbuka, ya satu akses jalan ini,” ucap Yogi Santoso, warga Giyombong, kemarin (28/11).
Proses pembukaan jalan terkendala material tanah dengan volume yang cukup banyak. Tebing longsor di empat titik itu rata-rata sepanjang 10 – 20 meter dengan ketinggian 10 – 15 meter. Evakuasi longsor menggunakan tenaga manusia lantaran alat berat tidak mungkin sampai ke lokasi.
“Bukan masalah logistik, namun tenaga. Sejak kejadian, kami kerja bakti dan hanya dibantu beberapa polisi hutan, tidak ada bantuan dari pemerintah,” tegasnya.
Kepala Desa Giyombong Jariyah Siti Munawaroh menyatakan, sedikitnya ada 450 warga akan dikerahkan untuk kerja bakti masal pada Minggu (30/11). Pemerintah desa berharap instansi terkait, termasuk TNI dan Polri ikut membantu.Menurut Siti, selama akses belum ter-buka, warga harus memutar sejauh 50 kilometer melewati Kabupaten Wonosobo ketika hendak menuju Kecamatan Bruno. Padahal, akses lewat Sigendol hanya berjarak sembilan kilometer. “Anak-anak Giyombong yang bersekolah di Bruno terpaksa libur, kami juga tidak bisa kemana-mana,” ujarnya.
Berdasarkan Data BPBD Purworejo, longsor sempat menerjang sejumlah desa di Ke-camatan Bruno dan Kecamatan Bener, Selasa (26/11) petang. Enam bangunan, terdiri empat rumah, balai desa, dan warung di Desa Cepedak, Gunung Condong Bruno serta Medono Bener rusak.
BPBD sudah berkoordinasi dengan keca-matan dan desa terdampak bencana untuk segera melakukan kerja bakti. Proses evakuasi rumah terkena longsor selesai, namun jalan menuju Giyombong masih tertutup karena banyaknya timbunan. “Perlu tenaga lebih banyak lagi untuk membuka akses, sementara untuk kerja bakti, kami sudah menyalurkan bantuan berupa logistik,” terang Hardoyo, Kabis Logistik BPBD Purworejo Hardoyo. (tom/jko/ong)