Hukuman Tak Sesuai UU SKN

SLEMAN – Achiel Suyanto, resmi ditunjuk sebagai penga-cara untuk mendampingi PSS Sleman menangani sanksi Ko-misi Disiplin (Komdis) PSSI. Sanksi ini sebagai akibat skandal sepak bola gajah yang terjadi akhir Oktober lalu.Achiel pun berjanji untuk ber-juang sekuat tenaga dalam proses banding yang dilakukan Tim Super Elang Jawa (Super Elja)- julukan PSS Sleman. Salah seorang arbi-ter olahraga kondang di DIJ ini menyebut memang ada bebera-pa ketidakadilan dalam sanksi Komdis tersebut.
Achiel mengaku masih masih mempelajari Surat Keputusan (SK) hukumjan yang diterbitkan Komdis. Tetapi menurutnya, se-cara garis besar, sanksi yang di-jatuhkan Komdis ini memang melanggar norma hukum olah-raga serta rasa keadilan. “Sebab, sanksi tersebut telah mematikan karir seorang olahragawan,” ujar-nya kemarin (30/11).
Dari sini, Achiel menarik kesim-pulan kalau Komdis PSSI telah melanggar pasal-pasal yang ter-dapat dalam UU No 3/2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN). Kata Achiel dalam UU SKN, sanksi yang diberikan pada olah-ragawan memang bukan dituju-kan untuk mematikan mata pen-caharian si atlet. “Dalam UU SKN jelas disebutkan kalau hukuman itu bertujuan untuk membina si atlet bukan mematikan kariernya. Sanksi yang diberikan Komdis jelas melanggar prinsip tersebut. Ada yang dihukum seumur hidup bahkan pemain nyang turun tapi tidak dianggap eksekutor dihukum lima tahun,” tukasnya.
Namun saat ditanya soal ada atau tidaknya keputusan PSSI yang melanggar Kode Diwsiplin PSSI, Achiel belum mau menerangkan-nya. Sebab, dia masih memkpe-lajari isi dari SK Komdis tersebut.Nantinya usai mempelajari SK tersebut Achiel berjanji langsung membuat memori banding. Ada-pun jika mengacu pada aturan kalau banding harus dikirimkan selambat-lambatnya dua minggu setelah keputusan Komdis, PSS punya waktu sampai Rabu (3/12) untuk melayangkan memori ke Komisi Banding (Komding) PSSI. “Berdasarkan hitungan saya kalau 14 harii setelah keputusan, paling lambat banding bisa kami kirim-kan sampai Rabu mendatang. Untuk itu kami segera siapkan memorinya,” terangnya.
Achiel menambahkan nantinya PSS akan dibela 10 pengacara dalam proses banding. Kesepuluh advokat ini bernaung di bawah Law Office Achiel Suyanto and partners.
Kata dia, tim pengacaranya ini akan membela PSS sampai ban-ding di tingkat manapun. Jika nantinya Komding tidak mengu-rangi hukuman pada awak PSS, Super Elja masih bisa melakukan banding ke Badan Arbitrase Olah-raga Indonesia (BAORI). “Sean-diainya Komding tidak menerima banding PSS maka itu bukannlah kiamat. Kami masih bisa mela-kuakan Peninjauan Kembali (PK) ke Ketua Umum (Ketum) PSSI atau banding ke BAORI,” paparnya.
Direktur PT Putra Sleman Sem-bada (PT PSS) Supardjiono ber-harap banding ini nantinya bisa berjalan sukses. Kata dia hukuman untuk awak PSS yang dipidana sanksi bisa direduksi seminimal mungkin. “Tentunya saya berha-rap sekali hukuman para pemain bisa direduksi seminim-minim-nya. Sebab kasihan mereka kalau disanksi dalam waktu yang lama,” ucapnya. (nes/din/ong)