RADAR JOGJA FILE
POTENSIAL: Manajemen PSIM Jogja musim mendatang akan memrioritaskan lebih banyak pemain asli Jogja masuk dalam skuad.

Janji Perbesar Persentase Pemain Lokal

JOGJA – PSIM Jogja segera melakukan evaluasi perjalanan tim pada kompetisi Divisi Utama musim 2014. Manajemen tim berjuluk Laskar Mataram yang bernaung di bawah PT Putra Insan Mandiri (PT PIM) itu su-dah mendapatkan sinyal dari Ketua Umum (Ketum) PSIM Haryadi Suyuti (HS) untuk se-gera melakukan urun rembug.
Direktur Utama (Dirut) PT PIM Dwi Irtianto mengatakan, baru-baru ini pihaknya sudah dihu-bungi HS agar segera meninda-klanjuti kelanjutan PSIM. Ter-lebih lagi, bukan tidak mungkin musim depan Divisi Utama ber-gulir lebih cepat dari musim 2014.
Tidak adanya agenda besar pada 2015 memungkinkan PT Liga Indonesia (PT LI) memutar Liga kasta kedua pada Bulan Ma-ret atau bahkan Februari. “Ya, jadi Pak HS selaku ketum, wali kota Jogja dan pemegang saham terbesar PT PIM meminta agar evaluasi total segera dilakukan. Kemarin malam sudah menghubungi kami,” kata pria yang akrab dis-apa Mbah Putih (MP) ini.
Dengan segera diada-kannya rapat evaluasi, PSIM juga bisa memben-tuk tim dengan cepat. MP sangat berharap persia-pan PSIM tidak semepet tahun ini, di mana tim pelatih yang dikepalai Seto Nurdiyantara hanya memiliki waktu sebulan menentukan komposisi pemain.
Soal tim nantinya, MP menar-getkan agar skuad PSIM diisi lebih banyak pemain asli binaan Kota Jogja. Jika pada musim se-belumnya mereka berisikan 75 persen lokal, di 2015 nanti persentasenya harus meningkat.
“Idealnya jumlah pemain lokal ya harus meningkat. Musim 2014 ini kami bisa mempekerjakan 75 persen pemain binaan asli Kota Jogja. Musim 2015 saya berharap persentasenya menyentuh ang-ka 80 persen,” jelasnya
Rapat evaluasi ini akan dihadiri para pengurus dan tim pelatih. Selain membahas hal-hal yang berkaitan musim lalu, para peserta rapat eva-luasi ini juga akan mem-bahas masa depan me-reka. Termasuk apakah memi-liki target promosi ke Indonesian Super League (ISL) 2016.
Namun MP menyatakan, pi-haknya belum memiliki wacana untuk membawa PSIM ke kom-petisi kasta tertinggi. Apalagi jika nantinya bermain di ISL tentunya mengurus PSIM jauh lebih sulit. Terutama soal biaya operasional yang idealnya menyentuh angka lebih dari Rp 10 miliar. “Tapi jika di rapat eva-luasi semua setuju berjuang menaikkan PSIM ke ISL tentu harus ada peningkatan kinerja manajemen. Sebab untuk men-capai final sebagai syarat masuk ISL tentunya juga membutuhkan dana yang tak sedikit,” sergahnya.
Direktur Keuangan PT PIM Iriantoko Cahyoo Dumadi men-gatakan, Laporan yang bakal dipaparkan untuk HS sudah siap. Dengan begitu manajemen PSIM tinggal melakukan evaluasi saja. “Ditambah Pak HS juga sudah punya waktu melakukan rapat. Pasti dalam waktu dekat evalu-asi ini akan digelar,” ucapnya.Asisten Pelatih PSIM Erwan Hendarwanto menyambut baik akan digelarnya rapat evaluasi dalam waktu dekat. Daftar pemain lama yang direkomendasikan bertahan sudah selesai disusun sehingga tinggal diserahkan saja pada manajemen. (nes/din/ong)