ilustrasi

Warga Ketangi Penerima Sedekahkan Bantuan pada Gakin

PURWOREJO – Warga Desa Ketangi, Kecamatan Purwodadi kompak sepakat menyedekahkan sebagian uang untuk diberikan pada warga miskin (gakin) yang belum menerima bantuan Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS). Mereka mengambil kebijakan itu atas inisiatif sendiri. Semuanya mengaku tanpa paksaan dari pe-merintah desa (pemdes) setempat.
Terlebih, sebagian dari 105 pene-rima PSKS di desa tersebut adalah keluarga yang tergolong mampu. Sementara ada beberapa warga yang justru masuk kategori sangat miskin tidak menerima.
“Desa dapat daftar nama dan ada beberapa memang salah sasaran,” kata Kepala Desa Ketangi Ambyah Panggung Sutanto.
Ia mengungkapkan, pemdes sempat mengumpulkan masyarakat penerima PSKS saat ada informasi bantuan segera turun. Dalam kesempatan tersebut, warga penerima diingatkan agar tidak melupakan tetangga miskin yang belum mendapat.
“Hingga ada istilah sedekah itu. Besarannya berapa dan ditujukan pada siapa, kami tidak ikut campur. Desa hanya mengingatkan penerima khususnya yang salah sasaran, mereka mendapat rezeki nomplok. Alangkah baiknya jika sebagian disisihkan untuk yang membutuhkan,” ungkapnya.
Ditambahkan, pemdes tidak berani mengintervensi terlalu jauh terkait KPSP. Termasuk tidak mung-kin mengganti nama penerima dengan risiko sosial yang muncul di belakangnya.
“Kami tahu betul, jika ikut campur banyak justru dinilai menyalahi aturan. Kami hanya menggugah kepedulian sosial masyarakat, ter-nyata mereka merespons dan mau memikirkan sesama,” imbuhnya.
Petugas Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Keca-matan Ngombol mendata ada sebanyak 1.799 keluarga terdaftar menerima bantuan dari total 3 ribu rumah tangga yang berhak menerima.
Namun petugas mengaku belum mendapat arahan terkait gakin yang belum terdaftar. Bahkan pemilik Kartu Perlindungan Sosial (KPS) yang meninggal juga belum jelas aturannya. “Sepengetahuan kami, dana tidak kembali pada pemerintah. Namun menjadi simpanan, hanya simpanan atas nama siapa, petugas tidak tahu,” ucap Erna, petugas TKSK Ngombol.
Erna melanjutkan, sebanyak 90 pemilik KPS di Kecamatan Ngom-bol belum mengambil bantuan. Sebagian penerima tercatat sudah meninggal dunia, pindah domisili, dan berhalangan. (tom/hes/ong)