ZAKKI MUBAROK/RADAR JOGJA
KOMITMEN: Maklumat pelayanan di RSUD Panembahan Senopati Bantul menjadi tekad bersama untuk melayani pasien sebaik-baiknya.

Kebut Persiapan Jelang Akreditasi KARS Tahun Depan

BANTUL – RSUD Panembahan Senopati terus berbenah. Yang terbaru, rumah sakit pelat merah ini tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti proses akreditasi. Tidak tanggung-tanggung, RSUD memasang target memeroleh akreditasi paripurna versi Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) yang rencananya akan diselenggarakan pada tahun depan ini. Ketua Tim Akreditasi KARS RSUD Panem-bahan Senopati Rini Setyaningsih menyam-paikan, berbagai persiapan telah dilakukan menjelang akreditasi. Salah satunya, meng-gelar simulasi KARS pada Agustus lalu. “Pada Desember nanti juga akan kami lakukan simulasi internal,” terang Rini di ruang kerjanya akhir pekan lalu.
Itu karena pada simulasi pada Agustus lalu hanya mampu meraih poin sekitar 75 persen. Setidaknya RSUD membutuhkan poin hingga 80 persen dari total hasil penilaian. Tujuannya agar target akreditasi paripurna dapat tercapai.Rini mengaku langkah menuju akreditasi KARS bukan perkara gampang. Sebab, salah satu penilaian juga terletak pada perilaku seluruh karyawan RSUD. Mulai security, cleaning service, perawat, hingga dokter. “Misalnya pola komunikasi antara dokter dan pasien. Dokter harus memper-kenalkan diri pada setiap pasiennya. Kemudian si dokter juga harus tahu siapa saja pasien yang ditangani,” urainya.
Menurutnya, baiknya pola komunikasi antara dokter dan pasien menjadi salah satu tolok-ukur standard prioritas keselamatan pasien. Selain itu, pola komunikasi antar-sesama tenaga medis juga menjadi penilaian pada akreditasi versi KARS. “Tingkatan akreditasi KARS ada empat. Yaitu dasar, madya, utama dan paripurna. Kami targetnya paripurna,” tegasnya
Wakil Direktur Bidang Keuangan RSUD Panembahan Senopati Yulius Suharto mengatakan, ketentuan wajibnya akredi-tasi diatur dalam Undang-undang No 44/1999 tentang Rumah Sakit. Meski begitu, dari 2691 rumah sakit se-Indonesia baru 54 yang telah terakreditasi. Di DIJ, dari 60 rumah sakit baru empat yang mendapatkan akreditasi dari KARS. “Pe-nilain akreditasi KARS tidak hanya soal kelengkapan dokumen. Tapi juga soal penerapan di lapangan. Ada empat hal yang harus dipahami. Visi-misi rumah sakit, cuci tangan, resusitasi jantung paru (RJP), dan alat pemadam api ringan (APAR),” ungkapnya.
Yulius menegaskan, seluruh karyawan RSUD harus dapat menerapkan empat prioritas tersebut. Penggunaan APAR, misalnya. Seluruh karyawan harus dapat mengoperasikannya. (zam/din/ong)