HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
DIJAMIN LEZAT: Karyawan warung sate Mbah Margo menyayat daging kambing muda untuk diolah menjadi sate, gule dan tongseng.

Dagingnya Empuk Maknyus, Aroma Bumbunya Pas Tak Berlebihan

Anda pecinta kuliner daging kambing? Jangan sampai tidak mencoba kelezatan sate Mbah Margo di Jalan Diponegoro, Dusun Boto, Kembang, Nanggulan, Kulonprogo ini. Apa istimewanya?
HENDRI UTOMO, Nanggulan
WARUNG sate Mbah Margo sudah kelewat tersohor. Racikan bumbunya yang pas menjadi cita rasa yang khas, membuat yang datang dijamin akan ketagihan.Memang, begitu banyak warung sate, tongseng dan gule bisa di wilayah Kulonprogo. Setiap warung memiliki ramuan dan cita rasa berbeda. Pun juga mulai cara mengiris daging,meramu kuah hingga mengolahnya. Mungkin juga memiliki rahasia masing-masing.
Demikian juga dengan sate Mbah Margo ini. Lokasinya warungnya yang sangat strategis. Jadi, sangat mudah menemukannya. Karena hanya berada di pinggir jalan raya sekitar 400 meter dari perempatan Nanggulan. Ketenaran warung ini telah meng-undang banyak tokoh untuk datang mencoba. Kerabat Keraton Jogjakarta, seperti GBPH Prabukusumo dan lain-lain pun menjadi langganannya.
Secara kasat mata, sajian sate di warung ini tidak jauh berbeda dengan sate pada umumnya. Namun begitu digigit, daging yang empuk begitu maknyuss. Aroma bumbu rempahnya diramu pas tidak berlebihan.
Begitu juga cita rasa gulenya. Per-paduan rasa manis dan asinnya tidak terlalu kuat. Namun gurihnya luar biasa. Kuah kuning dengan dominasi santan yang tercampur sempurna tidak pecah mengundang selera tersendiri. Irisan daging untuk gule juga tidak terlalu tipis dan sengaja disayat cukup besar.
Satu lagi yang istimewa adalah nasi yang disajikan terpilih. Yakni beras jenis menthik wangi yang dikenal me-miliki grade paling tinggi untuk jensi beras yang dikonsumsi orang Indonesia. Benar saja, butiran nasi yang putih pulen, saat tercampur dengan sate, gule, atau tongseng nimkat tiada tara.
“Makan di sini pelayanan juga cepat. Jadi tidak harus kemlecer lama nunggu sate mateng. Sate kan baunya hebat betul membuat perut lapar keron-congan,” seloroh Sugeng, 33, salah satu pelanggan sate Mbah Margo warga Gesikan, Bantul, kemarin (30/11).
Setiap ke Naggulan, Sugeng selalu menyempatkan diri singgah ke Sate Mbah Margo ini. Sate Mbah Margo merupakan salah satu warung sate ternama sekaligus tertua di Kulon-progo. Bahkan, sudah banyak menu-liskan kelezatan sate ini di sejumlah literature. Bahkan, kita bisa menelu-surinya di internet.
Konon Mbah Margo bersama almar-hum suaminya dulu merintis warung satu gulenya di tahun 1949-an, dan eksis melayani pelanggan di Nang-gulan sejak tahun 1965. Saat zaman kemerdekaan, Mbah Margo sempat menjajakan satenya dengan tenong dan menggendongnya ke kampung-kampung.
Warung ini buka mulai pukul 08.00 hingga 21.00. Dalam sehari warung ini menghabiskan tiga ekor kambing dalam sehari. “Kalau lewat Nanggulan tidak mampir ke sini tidak lengkap. Harus dicoba tapi tidak nanggung loh ya kalau kemudian ketagihan,” tandas Sugeng. (*/din/ong)