Bersikukuh Belum Lihat Proposal

BANTUL – Persoalan proposal pengajuan dana hibah KONI ter-nyata masih menjadi tanda tanya. Legislatif bersikukuh belum pernah melihat atau bahkan menerima salinan proposal pengajuan dana hibah KONI untuk seluruh cabang olahraga (cabor) dari Kantor Pemuda dan Olahraga (Pora).
“Persis seperti yang disampaikan teman-teman usai rapat paripur-na (rapur) dulu, kami memang belum pernah menerimanya,” terang anggota Komisi D DPRD Bantul Resi Cahyadi kemarin (2/12).
Bahkan, Komisi D pernah me-minta salinan proposal penga-juan dana hibah KONI kepada Kantor Pora saat pembahasan di tingkat komisi. Hanya saja, pada waktu itu Kantor Pora berkilah proposal sudah diajukan dan rencana anggarannya sudah di-masukkan dalam KUA-PPAS.
“Lha ini kok malah kami dibilang lupa. Yang kami lupa justru cabor pe-nerimanya ada berapa,” sindirnya menyinggung pernyataan Ke-pala Kantor Pora Supri Widodo yang menegaskan sudah pernah memberikan salinan proposal pengajuan dana hibah KONI ke-pada anggota dewan.
Politikus PPP ini juga menenga-rai rincian penggunaan dana hibah KONI untuk cabor disusun oleh Kantor Pora sendiri, bukan KONI selaku pihak yang mengaju-kannya. Dugaan ini berangkat dari mepetnya penyusunan breakdown anggaran hibah KONI. Breakdown anggaran ini disusun menjelang pengesahan APBD Murni 2015. Jika benar demikian, mekanisme yang ditempuh Kan-tor Pora menyalahi Pasal 10 Ayat 2 Poin B Perbup No.361/2013 ten-tang Perubahan Kedua atas Pera-turan Bupati Bantul No 78/ 2011 tentang Tata Cara Penganggaran Pelaksanaan dan Penatausahaan Pelaporan dan Pertanggungjawa-ban Serta Monitoring dan Evalu-asi Belanja Hibah.
“Saat paripurna tanggapan bupati atas pandangan umum fraksi, ibu bupati sudah menyampaikan hibah KONI untuk cabor Rp 2,1 miliar,” tuturnya.
Di bagian lain, ada rentang waktu cukup lama antara rapur dengan agenda tanggapan bu-pati dan rapur pengesahan APBD Murni 2015. “Ada rentang waktu cukup lama kenapa nggak di-buat untuk menyusun breakdown,” ungkapnya.
Ketua Komisi D DPRD Bantul Enggar Suryo Jatmiko menegaskan, hari ini pihaknya berencana me-manggil Kepala Kantor Pora. Tu-juannya untuk melakukan klarifi-kasi atas pernyataannya yang menganggap anggota dewan lupa telah menerima salinan proposal pengajuan.
Sebagaimana diketahui, Kantor Pora mengajukan dana hibah Rp 6,7 miliar yang akan digunakan untuk dua kegiatan. Dari jumlah itu, Rp 4,6 miliar akan dialokasikan untuk keikutsertaan kontingen Bantul pada Porda tahun depan. Sementara, Rp 2,1 miliar akan digunakan untuk seluruh cabor.
Persoalan mengemuka ter-kait dana hibah Rp 2,1 miliar. Penyebabnya, Kantor Pora tak bisa menunjukkan proposal pengajuannya kepada anggota dewan saat pembahasan di ting-kat komisi maupun finalisasi di Badan Anggaran. (zam/din/ong)