Baru Dapat Rp 170 Juta, Diperpanjang 31 Desember

JOGJA – PMI Kota Jogja masih terus ber-harap partisipasi masyarakat dan kalangan pengusaha di Kota Jogja untuk membantu operasional lembaga nirlaba ini. Bulan dana yang diselenggarakan sejak tiga bulan lalu, ternyata hasilnya jauh di bawah target.
Sekretaris PMI Kota Jogja Harris Syarif Usman mengatakan, bulan dana PMI yang diadakan September lalu baru berhasil mengumpulkan dana Rp 170 juta. Jauh di bawah target Rp 500 juta. Oleh karena itu PMI Kota Jogja akan memperpanjang ke-giatan Bulan Dana PMI tersebut hingga 31 Desember nanti.
“Kami perpanjang dengan harapan bisa lebih banyak dana yang bisa terkumpul,” terangnya kemarin (2/12).Syarrif mengaku realisasi tahun ini turun drastis dibandingkan 2013. Pada tahun lalu bulan dana PMI berhasil mengum-pulkan dana dari masyarakat dan kalangan pengusaha hingga Rp 316 juta. Itu pun tanpa mengadakan gala dinner yang meng-undang pengusaha di Jogja, karena ber-barengan dengan meninggalnya tokoh PMI Kota Jogja Tun Yulianto.
Tahun ini gala dinner yang mengundang para peng-usaha juga belum bisa dilakukan.Diakui Syarif, meninggalnya Owner Duta Foto itu juga berimbas dengan peng-umpulan dana dari kalangan pengusaha Tionghoa yang tidak maksimal. Tun Yuli-anto disebutnya merupakan penghubung dengan pengusaha Tionghoa. Oleh karena itu, PMI Kota Jogja juga mengubah pola penggalangan dana dengan menaruh kotak bulan dana di toko-toko di Jalan Malioboro maupun Jalan Solo.
“Saat ini baru Duta Foto saja yang meng-izinkan,” ungkapnya.
Harris menerangkan selama ini upaya peng-galangan dana PMI sudah dilakukan dengan melibatkan berbagai instansi. Dirinya me-nyebut seperti melibatkan kalangan pelajar dari tingkat SD hingga SMA, yang diminta untuk membeli kupon PMI seharga Rp 500. Pelayanan masyarakat di tingkat kelurahan dan kecamatan juga disisihkan Rp 1.500 untukPMI.
Selain itu juga saat perpanjangan SIM dan STNK di Samsat. Masyarakat yang akan memperpanjang akan diminta mem-beli kuponPMIseharga Rp 2.000 untuk motor dan Rp 3.000 untuk mobil.
“Yang pa-ling signifikan memang dari Samsat,” ujarnya.Dana yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk kegiatan operasional PMI.Salah satunya sosialisasi ke masya-rakat serta pembinaan relawan PMI. Har-ris menambahkan, saat ini pengajuan bantuan ambulans ke Pemkot Jogja juga belum mendapat kejelasan. (pra/laz/ong)