Kejati Jadwalkan Gelar Perkara Ulang

JOGJA – Kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang membelit dosen UGM bergelar doktor dengan inisial SSL, 42, dikabarkan diselesaikan secara damai antara pelaku dengan korban. Untuk mendalami hal tersebut, tim penuntut umum Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIJ menjadwal-kan gelar perkara ulang. Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati DIJ Tri Subardiman mengatakan, pihaknya terus melakukan pendalaman dan penelitian.
Hal itu dilakukaan sejak pelimpahan tahap dua oleh polda pada 26 November lalu. “Sam-pai hari ini, belum dilimpahkan ke pengadi-lan. Dan masih terus kami pelajari,” katanya.
Menurutnya, jaksa belum melimpahkan ke pengadilan dan akan dilakukan gelar perkara ulang, karena jaksa menerima in-formasi antara korban dengan tersangka terjadi perdamaian. Dalam perkara ini, pasal yang dikenakan kepada SSL menge-nai penipuan dan penggelapan. Jika antara tersangka dengan korban ada kesepakatan damai, dan korban bersedia mencabut laporannya, jaksa akan menin-jau ulang, apakah proses hukum layak dilanjutkan atau tidak?
“Kalau korbannya mencabut laporan, menghendaki perdamaian, pasti ada per-tanyaan buat apa dilanjutkan. Tapi nanti tergantung evaluasi tim jaksa,” jelas Tri.
Gelar perkara akan dilaksanakan pekan depan. Tim jaksa memiliki waktu maksimal 20 hari untuk melimpahkan kasus ini ke pengadilan terhitung sejak pelimpahan tahap dua lalu.
BAP kasus ini sebenarnya sudah dinya-takan lengkap atau P-21 oleh Kejati DIJ pada 6 November 2014. SSL dijerat pasal 378 dan pasal 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan. Dosen S-2 Fakultas Ekonomika Bisnis UGM itu disangka menipu rekan bisnisnya, Vera Damayanti, 41, dalam proses jual beli berlian dan menggelapkan uang muka biaya jual beli lima unit kondotel. Akibatnya, Vera mengaku mengalami kerugian mencapai Rp 1,39 miliar.
Atas masalah ini, Polda DIJ telah me-nyerahkan tersangka dan barang bukti (pelimpahan tahap dua) ke Kejati DIJ pada 26 November lalu. Status SSL tidak ditahan, baik oleh polisi maupun jaksa. Belakangan diketahui telah terjadi kesepakatan damai antara SSL dan Vera pada 19 November 2014. Faktor inilah yang mendasari jaksa akan melakukan gelar perkara ulang.
Sebelumnya, pengacara SSL, Deddy Suk-madi, memastikan kliennya siap mengikuti jalannya persidangan. Namun dia berharap ada keadilan, karena meyakini kasus ini adalah kasus perdata dan bukan pidana. “Prinsipnya kami akan kooperatif dan pa-tuh terhadap hukum,” kata Deddy be berapa waktu lalu. (mar/jko/ong)