GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
KORUPSI ADALAH KITA: Boneka tikus yang dijadikan simbol korupsi akan diarak pada karnaval Gropyokan Korupsi hari ini (9/12) dan akan dihadiri oleh Presiden Jokowi.

Sore Pawai Budaya, Malam Pentas Musik

JOGJA – Untuk kali pertama peringatan Hari Antikorupsi Internasional 9 Desember digelar di luar Jakarta. Pada peringatan Hari Antikorupsi yang diadakan kesembilan kali ini, akan akan dipusatkan di Kota Jogja. “Jogja dipilih karena dalam Indeks Integritas meraih pe-ringkat tertinggi pada 2013. Juga mendapatkan skor ter-tinggi dalam survei persepsi masyarakat (SPM) KPK dan peringkat tertinggi indeks tata kelola Indonesia Govern-ment Index (IGI). Selain itu Jogja juga menjadi pilot project program pencegahan korupsi berbasis keluarga,” jelas perwakilan KPK Dedi Nugroho kemarin (8/12).
Peringatan Hari Antikorupsi Internasional di Jogja ini akan diisi berbagai kegiatan budaya dan pentas musik, serta akan memplokamirkan Rakyat Indonesia Antiko-rupsi. Lima unsur pimpinan KPK, Presiden Jokowi beserta para menteri, kepala daerah, serta dirut BUMN yang pernah bekerjasama dengan KPK dalam pencegahan korupsi, akan hadir
Dedi menjelaskan peringatan kali ini akan digelar di beberapa lokasi. Di Grha Sabha Pramana (GSP) UGM diadakan integrity fair 9-11 Desember 2014. “Selain itu juga akan digelar sarasehan budaya sekaligus refleksi,” terang Dedi.
Selama sehari ini (9/12), ber-bagai kegiatan diadakan mulai dari Pawai Gropyokan Korupsi mulai pukul 15.00 WIB dari Wisma LPP ke Stadion Krido-sono. Setelah itu, di Pusat Ke-budayaan Koesnadi Hardjo-sumantri (PKKH) UGM digelar refleksi akhir tahun bersama Teater Gandrik. Malam harinya di Stadion Kridosono dihelat konser musik antikorupsi yang menghadirkan grup band se-perti Gigi, Superman is Deas, Jogja Hip Hop Foundation, Shaggy Dog, Navicula dan Symp-honi.
“Di tengah-tengah konser juga akan ada proklamasi rakyat anti-korupsi,” ujar Steering commit-tee (SC) Gropyokan Korupsi Yan Parhas. Dirinya juga berharap, konser bisa dihadiri 10 ribu anggota masyarakat. Mereka diminta bisa mengenakan topeng tikus yang dapat diunduh diwww.jujurbarengan.comatau dapat diambil sebelum acara dimulai.
SC Gropyokan korupsi lainnya, Agung ‘Leak’ Kurniawan, me-nambahkan, pemilihan topeng tikus karena merupakan lambang perlawanan terhadap korupsi. Menurutnya, dengan mengam-bil tema Korupsi adalah Kita, pihaknya berharap pencegahan korupsi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. “Sikap permisif atau anggapan diam itu emas, sering membuat kita mendiamkan praktik ko-rupsi. Oleh karena itu, harus diubah dari tingkat keluarga,” terang Agung.
Sementara itu, kampanye Gro-pyokan Korupsi juga akan terus dilakukan para seniman Jogja. Salah satunya di Titik Nol Kilo-meter. Di ruang publik ini, ada patung tikus besar yang mengena-kan jubah uang seratus ribuan.Gambar ini, menurut pegiat Gropyokan Korupsi Arief Budi-man, sebagai kampanye kepada seluruh masyarakat luas. Agar mulai menghindari korupsi di kehidupan sehari-hari. “Mulai dari hal terkecil, karena korup-si adalah kita,” tandas penggagas acara jujur barengan ini kemarin (8/12).
Arief menjelaskan, gropyokan korupsi merupakan gerakan masyarakat untuk melawan ko-rupsi. Juga mengajak seluruh tumpah darah Indonesia sadar untuk tidak korupsi. “Seperti korupsi waktu, mencontek saat ujian, bekerja tidak sesuai jam kerja, dan korupsi remeh-temeh yang lain,” jelas Arief menging-atkan.
Sebagai gerakan masyarakat, lanjut pemilik Petak Umpet ini, perlu untuk kampanye masif. Tak hanya di dunia maya dengan hastag korupsi adalah kita. Tapi juga dengan media yang lain seperti pemasangan karya seni tikus besar di Titik Nol Kilometer.Herry Zudianto, salah seorang penggagas yang mengaku seba-gai “nuwani” di kegiatan kam-panye antikorupsi menerangkan, perlawanan korupsi harus masif digelorakan. Kejujuran dalam kehidupan sehari-hari harus menjadi pondasi hidup warga Indonesia. “Semuanya harus diawali dengan kejujuran,” ajaknya.
Peraih Anticorruption Bung Hatta Award tahun 2010 ini me-nambahkan, sasaran gerakan ini memang anak muda. Ini tak lepas karena anak muda men-jadi manusia paling efektif dalam menggelorakan semangat untuk melawan korupsi.”Sasarannya sebenarnya semua insan. Hanya anak muda men-jadi prioritas untuk bersama-sama melawan korupsi,” tandas HZ, sapaan akrabnya. (pra/eri/ong)