Manajemen Pastikan Siap Bayar Denda kepada FIFA

BANTUL – Manajemen Persiba Bantul kembali harus menerima persoalan baru. Belum selesai masalah pembayaran gaji pemain selama tiga sampai empat bulan pada kompetisi Indonesian Super Leagur (ISL) 2014, tim berjuluk Laskar Sultan Agung itu mendapatkan perintah dari PT Liga In-donesia (PT LI).
PT LI memerintahkan Laskar Sultan Agung untuk segera mem-bayarkan denda sebesar CHF (Franch Swiss) 5.000 kepada FIFA. Ya, Persiba memang mendapatkan sanksi denda dari Komisi Disiplin FIFA akibat kesalahan yang mereka lakukan saat berlaga di Indonesian Premier League (IPL) 2011/2012. Karena memecat penyerang Cristori Emmanuel di tengah jalan, Persiba seharusnya tetap membayarkan gaji pemain asal Argentina ini sampai kon-traknya berakhir. Ini sudah se-suai dengan aturan yang ditetap-kan oleh FIFA selaku otoritas tertinggi sepak bola di dunia.
Ditemui kemarin dalam gelaran final Liga Nusantara 2014, CEO PT Liga Indonesia (PT LI) yang juga Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Joko Driyono mengatakan, Persiba wajib membayarkan denda tersebut kepada FIFA. Jika tidak dibayarkan Laskar Sultan Agung dipastikan harus berlaga di kompetisi Liga Nusantara 2015. “Ya, jika denda tersebut dibayar-kan maka Persiba tidak diperbo-lehkan tampil di kompetisi yang berafiliasi dengan FIFA. Dengan demikian mereka harus mem-bayarkan denda tersebut,” tegas Joko mengulangi apa yang di-ucapkan di situs resmi PT LI.
Persiba sen-diri sudah mendapatkan potongan tiga angka pada kompetisi ISL musim 2014. Di musim ini Persiba menempati juru kunci Wilayah Timur dengan poin sembilan. Dengan potongan tiga angka, poin akhir Persiba menjadi enam atau lebih rendah dari juru kunci Wi-layah Barat Persijap Jepara yang mengemas delapan poin.Tetapi angin segar sedikit ber-hembus ke Persiba.
Ya, Jokdri-panggilan akrab Joko menyatakan, sumber pendanaan pembayaran denda bisa diambil dari mana saja, terserah klub. Dengan be-gitu maka Persiba bisa meminta PT LI mengambilkan sisa dana subsidi ISL 2014 yang belum me-reka terima.”Soal dari mana sumber pem-bayaran denda itu terserah klub. Mereka bisa mengambil dari mana saja,” sergah sosok asal Ngawi, Jawa Timur (Jatim) tersebut.
Utang subsidi yang dilakukan pada LI sendiri sebesar Rp 600 juta. Sisa tersebut jelas sangat banyak jika hanya untuk digunakan membayarkan denda Persiba kepada FIFA. Ya, jika dirupiahkan, CHF 5.000 hanya sebesar Rp 65,5 juta.Sekretatris Persiba Wikan Wer-do Kisworo menyatakan, masih berutangnya PT LI kepada Per-siba jelas melegakan kubu Laskar Sultan Agung. Dengan demikian, Persiba hanya tinggal melayang-kan surat pemotongan dana sub-sidi kepada PT LI
.Namun yang jadi masalah sam-pai sekarang Persiba belum mendapatkan surat resmi kewajiban pembayaran denda dari PT LI. Surat tersebut jelas sangat penting karena itu akan menjadi dasar Persiba dalam melayangkan per-mohonan ke operator kompetisi profesional di Indonesia tersebut. “Kasus ini sebenarnya sudah lama dan saya sadar itu akan menjadi bom waktu. Intinya Per-siba siap membayarkan denda tersebut. Namun karena PT LI masih punya utang subsidi sebe-sar Rp 600 juta, alangkah baiknya jika dana pembayaran denda di-ambil dari sana,” papar pria ber-kepala plontos ini. (nes/din/ong)