HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA

KEARIFAN LOKAL: Rebutan gunungan dalam tradisi Labuhan Imorenggo yang masih dilestarikan warga Pedukuhan Imorenggo, Desa Karangsewu, Kecamatan Galur, Kulonprogo, Minggu (14/12).

Ungkapan Syukur Sekaligus Jadi Magnet Wisata

Kearifan lokal masih bertahan subur di Kulonprogo. Salah satunya tradisi Labuhan Imorenggo yang masih dilakukan warga Pedukuhan Imorenggo, Desa Karangsewu, Kecamatan Galur, Minggu (14/12). Tradisi bersih desa atau merti dusun itu diwujudkan dalam bentuk labuhan laut sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas limpahan berkah.
HENDRI UTOMO, KulonprogoA
NTUSIAS warga sudah terlihat sejak pagi sekitar pukul 09.00, mereka berkumpul di pendapa Pedukuhan Imorenggo. Se-mentara sebagian warga menyiapkan gunungan lengkap dengan ubo rampe lainnya yang diarak untuk dilarung ke Laut Selatan. Sebelumnya gunugan ha-sil bumi beserta ubo rampe dilarung, warga melakukan doa bersama.
Para pengusung gunungan mengena-kan busana adat Jawa, langkah me-reka diiringi langgam gending Jawa yang membuat nuansa khas tradisio-nal semakin kental. Begitu sampai di tepi pantai, sesepuh masyarakat mem-bawa sebagian ubo rampe ke arah laut. Begitu ombak menghempas, ubo rampe dihanyutkan. Seketika itu gunungan kemudian diperebutkan oleh warga masyarakat yang sebagian mempercayai akan mendapatkan berkah bila berhasil memperoleh ba-gian dari gunungan tersebut.
Dukuh Imorenggo Solikhin me-maparkan tradisi merti dusun dan la-buhan laut merupakan ungkapan syu-kur kepada Tuhan atas segala limpahan rezeki yang telah diterima masyarakat. Tradisi itu telah dilakukan dari tahun ke tahun dengan harapan dilimpahkan rezeki bagi seluruh warga masyarakat Imorenggo dan sekitarnya. “Wujud simbolisnya yakni labuhan laut seperti ini. Yang dilarung tentu hal yang buruk, sehingga kita diberi keselamatan dan dijauhkan dari ben-cana, kita lebur semua kejelekan ke laut selatan. Gunungan berupa hasil bumi dierebutkan warga masyarakat sebagai bentuk berkah,” paparnya.
Labuhan Imorenggo juga sebagai upaya melestarikan budaya yang adi-luhung seperti kesenian-kesenian lain yang ada di Kulonprogo. Pada merti dusun dan labuhan laut kali ini di-meriahkan pula dengan hiburan ke-toprak dan kesenian jathilan. Warga juga bertekad terus mengembangkan Imorenggo sebagai desa wisata.Kepala Dinas Kebudayaan Pariwi-sata Pemuda dan Olahraga (Disbud-parpora) Kulonprogo Eko Wisnu Wardhana menjelaskan merti dusun dan labuhan laut di Pedukuhan Imo-renggo sudah kali keempat digelar.
Ia berharap tradisi ini bisa terus dipeli-hara oleh masyarakat setempat. “Pem-kab tentu mendukung sehingga mengembangkan Imorenggo sebagai desa wisata. Terlebih tradisi itu lahir dan tumbuh dari masyarakat sendiri dan bukan buatan dari pemerintah,” jelasnya. (tom/ila/ong)