SURABAYA-Tim bola basket remaja DIJ akhirnya harus puas di posisi keempat di PON Re-maja 2014. Tim putri yang di-kandaskan Jawa Timur (Jatim) pada babak semifinal akhirnya juga kalah dalam laga perebutan medali perunggu kon-tra DKI Jakarta di GOR CLS, Surabaya Ming-gu (14/12).
Memberikan perla-wanan sengit, Hillary Bernassa dkk benar-benar merepotkan tim ibu kota. Di kuarter kedua dan ketiga bisa dibilang menjadi pun-cak permainan tim putri DIJ. Dalam dua kuarter tersebut, anak-anak DIJ seringkali membuat gap poin mereka dengan DKI Jakarta tidak terlalu jauh.Namun, memasuki kuarter keempat, tenaga DIJ seolah-olah kehabisan bensin. Hasilnya, mereka tidak kuasa membendung DKI Jakarta dan harus rela me-nelan kekalahan dengan selisih sembilan angka 39-48.
Usai pertandingan, pelatih tim DIJ Hanindito mengatakan fisik para pemain, terutama cadangan sudah benar-benar rontok. Men-jalani lima pertandingan dalam rentang waktu berdekatan mem-buat stamina pemain habis se-belum berlangsungnya laga perebutan tempat ketiga.”Untuk pemain intinya ini masih bagus. Namun yang namanya bas-ket ini kan nggak bisa hanya mengan-dalkan pemain inti. Ya akhirnya begini jadinya akhirnya kami gagal meraih medali,” tegasnya.
Namun pelatih SMP Budi Mulya Dua (BMD) ini mengatakan, finish di posisi empat besar su-dah sangat bagus. Sebab, pada babak kualifikasi beberapa bu-lan silam, tim basket putri DIJ hanya meraih peringkat keenam. “Dengan begitu berar-ti kami mengalami peningkatan. Pering-kat empat besar ini juga sudah sesuai dengan target yang dicanangkan Pengprov Perbasi DIJ,” jelasnya.
Kegagalan bola basket membuat perolahan medali DIJ stagnan dengan capaian 3 emas, 6 perak dan 5 perunggu. DIJ untuk sementara bertengger di posisi sembilan perolehan medali umum.Karena sudah tidak ada lagi atlet DIJ yang bertanding, ca-paian medali di atas sudah tidak mungkin berubah. Sebelumnya, cabor sepak bola yang juga cukup diharapkan mendulang medali, minimal perunggu justru harus angkat koper lebih awal karena dikandaskan Jatim di babak delapan besar.
Ketua Umum (Ketum) KONI DIJ GBPH Prabukusumo mengatakan, raihan tiga emas sudah sangat luar biasa bagi DIJ. Dengan persiapan yang matang dan tidak didukung pendanaan yang kuat DIJ untuk sementara bisa menempati 10 be-sar klasemen perolehan medali. “Ini menandakan tekad dan kon-tinuitas atlet dalam menjalani pro-gram latihan. Tentu saya bahagia dan sangat bangga dengan mereka,” jelasnya. (nes/din/ong)