DWI AGUS/RADAR JOGJA

MAKNA LUBANG: Pameran bertajuk Holes Around Me didominasi karya yang terwujud dalam lubang. Angga Yuniar Santosa, sang seniman, dengan apik memberi makna penting pada lubang yang ada di sekitarnya.

BANTUL – Program Artis in Residence yang dilaksanakan oleh Tembi Rumah Budaya masih berlangsung hingga saat ini. Pameran tunggal kali ini pun me-nyajikan karya Angga Yuniar Santosa. Seniman kelahiran Banyuwangi 1989 ini adalah peserta program Artist in Residence ke-15 Tembi Rumah Budaya.
Dalam pameran residence kali ini, Angga menyajikan karya yang unik, di mana teknik penggarapan memerlukan sebuah proses panjang. Ini pun seusai dengan program yang diadakan oleh Tembi dengan me-ngajak eksplorasi senimannya. “Karya kali ini mengajak berpikir ke luar dari kebiasaan. Memberi makna terhadap objek yang simpel bahkan tidak ter pikirkan. Menjadi sebuah tantangan untuk meng-eksplorasi dan memaknainya,” kata Angga dalam pembukaan pameran, Senin malam (16/12).
Pameran bertajuk Holes Around Me di-dominasi karya yang terwujud dalam lubang. Angga pun dengan apik mem-beri makna penting pada lubang yang ada di sekitarnya. Menurutnya, lubang memiliki makna sebuah jejak sejarah yang mempunyai banyak sekali cerita. Dari semua lubang yang dekat inilah muncul semacam interpretasi. Pola pandang ini mengangkat ingatan-ingatan masa lalu dan masa kini. Konteksnya memiliki keterkaitan dan hubungan yang dapat menentukan masa ke depannya. “Lubang juga merupakan ruang yang menghubungkan antarmanusia. Di sisi lain juga bermakna ruang publik yang penting. Pertemuan dalam sebuah titik dan menghasilkan sebuah diskusi yang menarik,” katanya.
Berkat karyanya, Angga pun mem peroleh beberapa penghargaan. Di antaranya pemenang pertama ‘New Artist Project’ Korea Cultural Center Indonesia tahun2012. Pemenang pertama kategori mahasiswa umum lomba menggambar dan artgraphic Faber Castell 2013. Juga masuk dalam nominasi 10 besar kompetisi melukis Basuki Abdullah Art Awards 2013.Program Artis in Residence ditujukan pada seniman muda berusia maksimal 25 tahun dengan tujuan agar peserta program dapat mengekspresikan dirinya secara optimal. (dwi/laz/ong)